Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Gubuk-Gubuk Liar di Jembatan Besi Dibongkar
Jum'at, 26 November 2004 | 11:31 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Petugas Trantibmas (etentraman, ketertiban dan perlindungan masyarakat) kelurahan Jembatan Besi bersama aparat kecamatan Tambora melakukan operasi penertiban bangunan liar di sepanjang bantaran rel Jembatan Besi, Jumat (26/11). "Operasi ini didasari peraturan daerah No. 11 tahun 1988," kata Rudi Ikhwan, Wakil Camat Kecamatan Tambora kepada Tempo, Jumat (26/11).

Pembongkaran gubuk dilakukan sendiri penghuninya. "Kami cuma membantu pembongkaran," kata M. Chalik, Lurah Jembatan Besi. Menurutnya, himbauan pembongkaran sudah disosialisasikan sejak 2003. Saat itu, para penghuni gubuk liar berjanji akan membongkar gubuk mereka dalam waktu empat bulan. Pada malam takbiran lalu, pemerintah setempat juga kembali mengingatkan pembongkaran. Tapi baru sekarang kecamatan dan kelurahan melakukan operasi pembongkaran.

Menurut M. Chalik, dari 37 gubuk liar, 14 gubuk diantaranya dibongkar hari ini. Sisanya 23 gubuk sudah dibongkar atas inisiatif sendiri.

Gubuk milik Ibu Amir, 40 tahun, merupakan salah satu gubuk yang dibongkar hari ini. Ia mendiami gubuk liar di bantaran rel kereta api Jembatan Besi bersama dengan suaminya, satu orang anak, dan satu orang cucu. Sudah satu tahun mereka tinggal di gubuk itu dan berjualan sate.

Sedangkan Siam, 55 tahun, menggunakan gubuknya untuk menggoreng kerupuk. Sehari-hari ia menjual krupuk dengan istrinya Suwarni, 55 tahun. Pendatang asal Klaten ini memiliki lima orang anak di Klaten yang harus dibiayai. Menurut Suwarni, selama tiga tahun mereka tinggal dibantaran rel kereta, ia selalu membayar sewa tanah sebesar Rp 30 ribu per bulan kepada Sugeng, petugas PT KAI setempat.

Selain dibantaran rel kereta api, aparat kecamatan Tambora juga telah menertibkan bangunan liar di bantaran kali sepanjang sungai Cagak, daerah Tanah Sereal, Jakarta Barat, Kamis (25/11). "Ada 40 gubuk liar yang telah dibersihkan di Tanah Sereal," kata Rudi. Operasi yang menurut Rudi sudah dilakukan sejak 17 November 2004 ini adalah tindak lanjut operasi penertiban pasca lebaran.

Fanny Febiana - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Hari Ini Pansus DPRD DKI ke Pasar Tanah Abang
Kapolri : Berkaitan Pelanggaran HAM di Bojong Kapolwil Bogor Akan Ditindak
Pedangang Tanah Abang Unjuk Rasa Di Depan Gedung DPRD DKI Jakarta
Sutiyoso Pastikan Proyek Sampah Bojong Jalan Terus
Pedagang Pasar Tanah Abang Kecewa Pada Presiden
Sajak Prihatin Titi Qadarsih
Pedagang Datangi Lagi Istana Negara ,Tolak Pembongkaran
Gubernur Sutiyoso Minta Semua Pihak Cooling Down
Gus Dur Menolak Terlibat Jauh Kasus Ruislag SMPN 56
Sutiyoso Akan Teruskan Pembuangan Sampah Bojong
> selengkapnya...


Referensi

Konflik Sampah, Lemahnya Manajemen Persampahan
Kompos, Salah Satu Jalan Keluar Problem Sampah
Reusable Sanitary Landfill, alternatif pengolahan sampah Jakarta
UU RI No.25 Thn.1999 Tentang Pertimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah
UU RI No. 34 Tahun 1999 Tentang Pemerintahan Propinsi Daerah Khusus Ibukota Negara RI Jakarta
PP RI No.63 Thn 2002 Tentang Hutan Kota
> selengkapnya...

Website

Info Jakarta
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data