|
HUT PGRI, Ribuan Siswa SD Tidak Belajar
Kamis, 25 November 2004 | 22:42 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekolah Dasar Negeri se-Kota dan Kabupaten Bekasi, diliburkan dari kegiatan belajar. Libur satu hari ini karena guru yang mengajar sedang merayakan HUT PGRI ke-59 pada Kamis (25/11). Padahal, satu hari sebelumnya, sejumlah sekolah juga diliburkan lantaran sekolah mereka digunakan untuk tes masuk calon pegawai negeri sipil (CPNS).
Terhentinya kegiatan belajar mengajar diketahui dari sejumlah siswa yang ditemui di lingkungan sekolah. Mereka mengatakan, para guru mereka memang membebaskan seluruh kegiatan karena HUT PGRI. Ahmad Miftahul Huda,11 tahun, siswa SDN Bekasi Jaya IX mengatakan, info libur itu dikatakan wali kelasnya sehari sebelumnya.
"Kemarin, pak guru mengatakan kalau hari ini kita libur semua karena para guru katanya akan datang ke stadion ikut merayakan ulang tahunnya para guru se Indonesia," kata Ahmad. Hal yang sama dikatakan Ilham, 6 tahun, murid SDN Pengasinan VIII, Rawa Lumbu. Menurut dia, murid satu sekolah diliburkan karena para guru akan libur mengajar untuk perayaan ultah setahun sekali itu.
"Kita juga libur, gurunya lagi ulang tahun di Bekasi sana. Ada senangnya juga karena engga belajar, tapi juga enggak senang karena engga belajar karena kebanyakan libur," kata Ilham.
Perayaan HUT PGRI di Kota Bekasi sendiri dikonsentrasikandi di kawasan Stadion Bekasi, Jalan Ir. Haji Juanda, Kota Bekasi. Sedangkan perayaan di Kabupaten Bekasi dikonsentrasikan di daerah Kecamatan Tambun Selatan dengan acara yang dinamakan Halal Bi Halal para guru.
Kepala Dinas Penddkan dan Kebudayaan Kota Bekasi, Asmari, mengatakan untuk perayaan PGRI, pihaknya sudah mengimbau agar para guru yang menghadiri HUT PGRI segera kembali ke sekolahnya dan melanjutkan aktifitas belajar mengajar."Perayaan HUT PGRI kan dari jam 08.00-10.00 di GOR (Gelanggang Olah Raga). Tidak ada pemberitahuan meliburkan sekolah. Mereka harus segera kembali ke sekolah," kata Asmari.
Namun, menanggapi banyak pengajar yang tidak kembali ke sekolah dan tetap libur, Asmari mengatakan, akan memberi peringatan bagi yang tidak kembali sekolah.
Sementara itu, beredarnya kabar banyak sekolah yang libur karena alasan memperingati perayaan ultah guru, membuat pertanyaan DPRD Kota. Anggota Komisi D bidang pendidikan Salamat Siahaan mengatakan, libur sekolah itu merugikan murid dan hanya mementingkan kepentingan kelompok daripada kepentingan umum.
"Sekolah swasta saja tidak libur. Ini, kok, sekolah negeri malah libur hanya gara-gara kepentingan kelompok. Yang kasihan para siswa. Padahal, kemarin juga siswa sudah libur karena sekolahnya dipakai untuk tes masuk CPNS, ini memang membingungkan," ujar Selamat.
Masalah meliburkan diri ini akan menjadi catatan tersendiri di dewan. Komisi D dalam waktu dekat ini berjanji akan memanggil Kepala Dinas Dikbud untuk minta klarifikasi soal libur sekolah karena HUT PGRI.
Siswanto-Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|