Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Tiga Remaja Indonesia Dijebak Sindikat Penjualan Perempuan Internasional
Rabu, 24 November 2004 | 21:13 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Tiga perempuan berkewarganegaraan Indonesia, dijebak sindikat penjualan perempuan internasional. Melati, 21 tahun, Matahari, 20 tahun, dan Bulan, 22 tahun?sebuat saja demikian?disekap sejak 8 sampai 11 November 2004 di sebuah rumah di Johor, Malaysia. Untungnya, mereka berhasil melarikan diri, lantas melaporkan kasusnya kepada pihak Polda Metro Jaya, Rabu (24/11) siang.

"Mereka berhasil kabur setelah menggergaji rumah tempat mereka disekap," ujar Jansen Simanjuntak, kuasa hukum ketiga perempuan malang tersebut. Menurut salah seorang pendamping, Hendro, ketiga perempuan akan dipekerjakan di sebuah karaoke di daerah Johor, Malaysia.

Mereka datang tidak menggunakan paspor sebagai ijin resmi kedatangan seorang asing ke sebuah negara. "Mereka diajak ke Malaysia saat mereka jalan-jalan di Blok M Plaza," ujar Hendro kepada Tempo. Cerita bermula pada 3 November. Ketika itu ketiganya bertemu seorang perempuan, Rini alias Sarah, 23 tahun, di Blok M Plaza. Rini mengiming-imingi pekerjaan.

Pukul 01.00, 4 November, mereka diajak Rini ke rumah Munah. Munah, yang kemudian mengantarkan mereka bertiga ke Batam sebagai tempat transit menuju Malaysia. Dengan uang Rp. 500 ribu, mereka menginap di Hotel Pacific Batam, pada 7-8. Di Batam, selain oleh Munah, mereka ditemani oleh dua orang lelaki, Pendi dan Idris.

Mereka dijanjikan akan mendapatkan paspor serta surat-surat lain untuk ke Malaysia. Namun saat di kantor imigrasi Batam, mereka dikatakan tidak mungkin mendapatkan surat-surat imigrasi sampai lebaran usai. "Saat kembali ke hotel keduanya sudah menaruh curiga karena gerak gerik ketiga orang yang mensponsori mereka ke Malaysia tidak baik," ujar Hendro.

Pendi sempat menelpon seorang temannya di Malaysia, Aliong. Mereka bertiga mendengar ada tawar menawar harga diri mereka. ?Kalau segitu ngga bisa, saya ongkos saja nggak cukup," ujar Hendro menirukan pernyataan Pendi. Ketiganya meminta dikembalikan ke Jakarta, namun ditahan. "Sudah tanggung, besok bisa langsung berangkat," ujar Hendro menirukan ucapan Munah.

Tanggal 8 November sore mereka diangkut speed boat menuju Malaysia. Bersama mereka juga ada satu orang dari Vietnam. Di Johor, di sebuah ruko mereka sempat menginap. Tidak sampai ratusan kilometer, diantar ke rumah seorang pria yang dipanggil Akiong.

Di sana mereka ditahan selama empat hari. Hingga tanggal 12 November mereka bisa kabur. Dalam satu ruangan, selain empat orang yang diangkut dengan speed boat itu, juga ada seorang perempuan muda dari Thailand. "Mereka berlima tiga hari tiga malam memotong rantai pintu kamar mereka dengan pisau dapur," ujar Hendro.

Setelah sempat kabur, mereka berdiam di sebuah mesjid. Penunggu mesjid yang membantu mereka memanggilkan Polisi Raja Malaysia yang lantas membantunya ke KBRI di Malaysia. Berdasarkan pengaduan tersebut, polisi menggerebek rumah penyekapan. Di sana poisi menemukan puluhan perempuan dari Asia yang menjadi korban sindikat.

Pada 13 November, pihak KBRI memulangkan ketiganya ke Indonesia melalui Batam. "Dari Batam, mereka pulang sendiri pake duit sendiri,"ujar Hendro. Hingga malam ini, rumah Bulan di kawasan Jakarta Selatan sempat didatangi sekelompok orang. Bulan diancam agar tidak mengadu ke polisi.

Yophiandi--Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Gratis BBM Setahun dari Chevrolet
Adu Mahir Observasi Bintang
Toyota Turunkan Target 2009
Polisi Jawa Barat Ingatkan Pelaku Pembajakan
Ketinggian Pohon Punya Batas

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data