|
Bekasi
Di Bekasi Sebagian Peserta CPNS Bingung
Rabu, 24 November 2004 | 13:48 WIB
TEMPO Interaktif, Bekasi:Ujian Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) di Kota Bekasi diwarnai kebingungan para peserta. Pasalnya, nomor di kartu peserta dengan nomor bangku tidak sesuai. Selain itu, ada peserta ujian yang telat datang. Sejauh ini tercatat 24 orang tidak hadir pada ujian menjadi pegawi negeri itu, Rabu (24/11).
Antusiasme terlihat dari banyaknya jumlah peserta seleksi. Namun, beberapa peserta ujian kecewa berat, lantaran nomor kursi tak sesuai dengan nomor yang mereka bawa, walaupun nama yang tertera sudah benar. Hal ini terjadi di tempat ujian di SMA YPI 1945.
Beberapa peserta nampak kebingungan mondar-mandir ke luar masuk ruangan mencari nomor kursi. Hal ini dialami Erizal S. nomor kartu pesertanya 1138695 tetapi di bangku tidak ada nomor itu. Erizal yang datang sejak pukul 6.30 WIB terpaksa mencari bangku satu persatu ke seluruh ruangan yang tersedia. Dia baru mendapatkan kursinya beberapa menit menjelang ujian dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. "Saya putus asa juga karena kok bisa terjadi," kata Erizal yang mengaku kelelahan setelah mondar-mandir.
Beberapa saat sebelum masuk, kepada wartawan Erizal lulusan Sekolah Pendidikan Guru (SPG) menceritakan, dirinya hampir menangis karena lebih dari sejam mencari nomornya tetapi tidak ditemukan. "Sepertinya ini memang tidak ada kesiapan dari panitia, bukan hanya saya saja yang seperti ini, yang lain ada juga," katanya.
Setelah itu, Erizal baru menemui panitia ujian. Setelah dicek memang nomor yang sesuai dengan nomor peserta tidak ditemukan. Setelah diteliti ternyata nomor yang dibangku mengalami kesalahan ketik. Nomor tertera 1139695. "Panitia meminta supaya saya mengganti saja nomor dibangku disesuaikan dengan nomor kartu," katanya.
Walaupun sudah bias ujian, namun Erizal tetap was-was mendengar kebijakan panitia dari Badan Kepegawaian Daerah Kota Bekasi, Yulianus itu. Kekhawatiran terutama apabila nomor di bangku diubah sendiri, bagaimana kalau ada pemilik nomor meja itu.
Akhirnya Erizal pun ke ruangan dan mengganti sendiri nomor di meja disesuaikan dengan nomor kartu.
Sedangkan Yulianus saat dimintai konfirmasi mengenai kejadian itu mengatakan, tidak akan ada masalah dikemudian hari meski nomor di meja itu diganti. "Acuannya ‘kan nomor di kartu peserta," katanya. Yulianus mengakui di SMA YPI 1945 itu banyak peserta yang mengalami kebingungan nomor peserta. Namun, dia berharap ujian kali ini tidak terjadi banyak kasus pelanggaran atau kasus yang merugikan para peserta ujian. "Dulu ujian tahun 2002 banyak peserta yang telat, tapi kita tetap memakluminya karena mungkin jauh dari tempat tinggal," katanya.
Sementara di tempat lain di Kampus Unisma Bekasi juga ditemukan belasan nomor kartu yang tidak sesuai dengan nomor di bangku. Seperti dialami Atin Kartini yang lulusan SMP itu. Kartini terpaksa menunggu hingga terlambat karena panitia masih mencarikan nomor milik Kartini.
Nomor kartu milik Kartini 32751100028 tidak ditemukan di bangku tempat ujian. Begitu juga tidak terdapat di daftar nama yang ditempel di ruang-ruang ujian sehingga Kartini sempat sedih dan putus asa. "Saya sudah dari pagi kesini, eh, nomor saya tidak ada, tapi saya udah lapor ke panitia dan disuruh nunggu terus," katanya.
Kartini mengaku kecewa berat kepada panitia ujian. Sebab, sebelum ujian ini menurut dia, panitia sudah mempersiapkan dari dulu, tetapi ketika sampai pada hari ujian, banyak ditemukan salah nomor. "Bener mas, saya kecewa gimana engga kita harus menunggu lama begini, molor lagi," katanya sambil menyeka keringat di lehernya.
Di sini juga terlihat beberapa peserta ujian yang terlambat hadir, bahkan ada yang telat sampai setengah jam. Meski di dalam aturan tertera bagi peserta yang telat lebih dari 15 menit, tidak akan diperbolehkan ikut ujian. Namun, di Kota Bekasi para peserta itu tetap diperbolehkan ikut ujian.
Asisten Daerah II (Asda dua) Paray Sirait membenarkan bahwa memang terjadi sejumlah kasus seperti kesalahan nomor sehingga merugikan peserta dan peserta yang terlambat datang ke ruang ujian. "Memang kesalahan nomor itu sulit dihindari petugas, karena kan digitnya banyak sampai 11 digit," ujarnya.
Kesalahan itu kata dia memang dilakukan para pengetik nomor atau panitia acara. Meski begitu, peserta tetap bisa mengecek nomornya di absensi yang dibawa panitia. Bila terjadi perbedaan nomor di bangku dengan nomor kartu, acuannya adalah di nomor kartu. "Memang kemungkinan bisa salah ketik nomor atau salah menaruh nomor," katanya.
Dari pemantuan Paray sendiri kasus salah nomor itu juga banyak ditemukan di lokasi ujian di SMPN 2. Paray juga mengatakan, setelah ujian selesai sekita pukul 13.00 WIB seluruh lembar soal akan ditarik oleh panitia. "Para peserta dilarang membawa pulang kertas soal ujian," kata Paray.
Setelah kertas dikumpulkan, kertas-kertas itu akan dimusnahkan. Tempat pemusnahannya di pilih di RSUD Kota Bekasi karena yang memiliki alat pembakar modern. Pemusnahan itu dilakukan untuk mengantisipasi ada pejabat yang menyimpan kertas itu untuk digunakan sebagai acuan pembuatan soal untuk ujian CPNS masa mendatang.
"Bisa aja, soal-soal itu dipelajari, terus nanti soalnya dikembangkan dari soal saat ini, makanya kita musnahkan," kata Paray.
Jumlah pendaftaran CPNS di Kota Bekasi, tercatat 8000 orang. Dari jumlah itu yang lolos untuk mengikuti tes CPNS hanya 4029. dari jumlah yang lolos itu akan memperebutkan lowongan jabatan di Kota Bekasi, di 325 tempat.
Siswanto-Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|