|
Metro
PD Pasar Jaya Gunakan IT Untuk Kontrol Barang
Selasa, 23 November 2004 | 15:25 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Perusahaan Daerah (PD) Pasar Jaya membuat terobosan baru dengan menerapkan teknologi informasi internet di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Teknologi ini rencananya untuk mengontrol keluar masuk pasokan barang dan harganya.
“Ini merupakan terobosan baru karena fasilitas internet di pasar belum pernah ada di Indonesia,” ungkap Nurman Adi Manajer Humas PD Pasar Jaya. Sampai saat ini belum dikembangkan penerapan teknologi informasi yang memungkinkan pedagang maupun konsumen mengetahui fluktuasi harga setiap saat.
“Sampai saat ini harga-harga baru diketahui saat masuk ke pasar, ke depan kita tidak seperti itu lagi,” kata Nurman kepada wartawan di kantornya. Pengelola PD Pasar Jaya mengharapkan dengan diterapkannya internet bisa dilihat harga dan jumlah pasokan barang seluruh Indonesia pada saat itu juga. “Jenis, jumlah dan harga pasokan barang seluruh Indonesia dengan mudah dapat diakses di Pasar Induk Kramat Jati . Baik oleh pengelola pasar, pedagang, dan konsumen bisa tahu harga-harga dari pemasok di seluruh Indonesia,” lanjutnya.
Rencana pengembangan akan dilakukan bersamaan dengan pembangunan tahap ke dua pasar terbesar di Indonesia itu. “Kami akan membangun sistem ini di Pasar Induk Kramat Jati yaitu di pusat agro outlet,” kata Nurman. Ia mengungkapkan bahwa dalam internet tersebut akan berisi informasi harga-harga kebutuhan pokok seperti sayur mayur, buah buahan yang berasal dari seluruh indonesia.
Keuntungannya, internet ini dapat mempermudah bagi pedagang maupun konsumen mengetahui secara pasti berapa harga sayuraan menurut kelas-kelasnya, jenis terbaik, berikut harganya. “Meskipun kami tidak dapat menjamin validitas harga di internet dengan pedagang kami mengharap data tersebut bisa menjadi patokan yang standar sehingga naik turunnya harga tidak begitu jauh,” ungkap Nurman. Setiap pasokan yang masuk ada harganya kemudian di data. “Hari ini yang masuk sekian, harganya sekian dan seterusnya,” lanjut Nurman. Dengan sistem ini pedagang akan memiliki standar harga.
Sistem internet pasar yang baru pertama kalinya di Indonesia ini rencanya akan dikembangkan di Pasar Induk Kramat Jati. “Ini memang baru konsep. Kami belum tahu pasti bagaimana bentuknya,” kata Nurman. Nurman juga tidak menjelaskan besarnya investasi bagi penggunaan teknologi canggih itu.
Nurman mengatakan bahwa konsep internet pasar ini sudah didiskusikan dengan Komisi IV dewan Perwakilan Rakyat dan Dinas Pertanian. “Mereka menyambut baik dengan adanya program ini. Sekarang sudah dalam tahap proses. DPR mendukung sekali dan tinggal koordinasi berkelanjutan,” ungkap Norman.
Pasar Kramat Jati saat ini dalam proses pemugaran. “Kami memperkirakan pembangunan Pasar Kramat Jati Akan selesai pada bulan Maret atau April 2006. Sekarang dari 4 tahap sudah selesai tahap I,” kata Nurman kepada wartawan siang ini (Selasa, 23/11) di ruang kerjanya.
Agus supriyanto—Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|