|
Kerusuhan Bojong
Meneg KLH : Masyarakat Harus Diajak Bicara
Selasa, 23 November 2004 | 14:07 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Negara Lingkungan Hidup, Rachmat Witoelar, menyatakan kasus kerusuhan di lokasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) karena kurangnya sosialisasi kepada masyarakat.
Menurutnya, kasus ini timbul karena adanya kekhawatiran masyarakat akan bau yang ditimbulkan. Padahal, konon teknologi yang digunakan akan menghilangkan bau sampah. "Itu yang harus dibicarakan pelan-pelan dan baik-baik sama masyarakat," kata Rachmat usai menghadiri halal bihalal di Kantornya hari ini, Selasa (23/11).
Secara formal, seluruh administrasi TPST baik perijinan amdal dan lainnya sudah lengkap. "Saya lihat perijinannya ok, secara formal sudah ada semua," ucapnya.
Sebenarnya, permasalahan itu sudah ada sejak dulu. Hanya, protes warga masih relatif kecil. TPST Bojong, Cileungsi, Bogor akan digunakan sebagai tempat pembuangan sampah masyarakat DKI Jakarta. Setelah sebelumnya terjadi masalah dengan TPA Bantar Gebang, Bekasi.
Kendati teknologi yang akan digunakan dapat menghilangkan bau sampah, Rachmat menilai, harus ada persiapan dari masyarakat apabila terdapat efek bau. "Atau ada kompensasi, ganti rugi yang lebih, kemungkinan pindah untuk masyarakat," katanya. Jadi, hal yang penting adalah adanya publik manajemen.
Bagi pihak pengelola dan pemerintah, menurutnya, harus dapat menduga reaksi masyarakat. "Mereka harus mempertanyakan kemauan masyarakat. Memang, selama ini telah ada pembicaraan antara Pemda DKI, DPRD Bogor dan Pengusaha. Namun, belum melibatkan masyarakat secara penuh. Jadi formalnya ada, tapi dengan masyarakat kan tidak cukup dengan formalitas," kata Rachmat.
Menurut Rachmat, kasus ini bukan jalan buntu. Masih bisa dibicarakan antar pihak. Sehingga, masih ada peluang untuk damai. Selain akan mengadakan audit teknologi pengolahan sampah. KLH juga bersedia menjadi mediator apabila masalah ini berlarut-larut.
Rachmat menyarankan agar pihak Pemda DKI, Pengusaha, DPRD Bogor dan masyarakat membicarakan kasus ini. "Mereka harus duduk bersama untuk mencari solusi," katanya.
Eworaswa
INDEKS BERITA LAINNYA :
|