|
SMP 56 Melawai
Siswa Belajar Secara Lesehan
Selasa, 23 November 2004 | 12:17 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pengambilan paksa gedung SMP 56 Melawai, Jakarta Selatan oleh pasukan keamanan Pemda DKI Jakarta dibantu polisi tak juga menyelesaikan masalah sekolah tersebut. Siswa SMP tersebut tetap bertahan dan belajar secara lesehan di pelataran kosong sebelah Hotel Melawai, dekat gedung yang masih dijaga tramtib DKI itu.
Menurut Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Kusumo Priyono, disela-sela peninjauan ke lokasi belajar siswa SMP 56 Melawai, Selasa (23/11), masalah SMP 56 Melawai semakin jauh dari penyelesaian. Karena persoalan hukum dan dugaan korupsi dalam tukar guling sekiolah itu yang menjadi awal mula masalahnya belum tuntas.
Kusumo Priyono mengharapkan turun tangannya DPR pada permasalahan ini akan dapat mempercepat proses penyelesaian. "Bila tidak, pemerintah berarti menelantarkan pendidikan,"ujarnya.
Kusumo mengimbau pihak tangan pertama yang terlibat untuk kembali melakukan pembicaraan bersama. Namun demikian apabila tidak berhasil jalur hukum menjadi alternatifnya. Menurut pengakuan Kusumo, hasil peninjauan ini akan segera dilaporkan ke pemerintah untuk ditindaklanjuti.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia melakukan peninjauan sekitar dua jam mulai pukul 09.00 WIB, pagi tadi. Selain Kusumo tampak pula Magdalena Sitorus sebagai ketua Pokja Pemantauan, Evaluasi Pengawasan dan Laporan dalam Lembaga yang baru dilantik kepengurusannya sekitar Agustus lalu.
Siswa SMP 56 Melawai yang belajar lesehan tanpa alas dan atap, tetap tekun belajar. Kelas 2 belajar ilmu ekonomi dan kelas 1 mempelajari ilmu komputer. Disekitar lokasi, tampak beberapa orang tua murid sedang menunggui anaknya.
Rinaldi Dorasman
INDEKS BERITA LAINNYA :
|