|
Metro
Polisi Melambaikan Tangan Menghentikan Mobil
Senin, 22 November 2004 | 18:59 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Saksi mata korban tabrakan beruntun di jalan bebas hambatan (Tol) Jogorawi, Kosasih, mengaku melihat polisi yang melambai-lambaikan tangan pada saat itu. “Saya hanya mendengar seperti bunyi rem mobil yang berhenti mendadak. Setelah itu Saya tidak melihat kejadiannya, karena angkot ditabrak,” kata penumpang angkutan kota (angkot) bernomor polisi F 1946 BM.
Keterangan Kosasih ini disampaikan dalam jumpa pers yang diselenggarakan Polda Metropolitan Jakarta Raya, Senin (22/11). Kecelakaan yang merenggut nyawa enam orang tersebut terjadi Km. 13,6, di Jakarta, sesaat sebelum rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, melintasi jalan tol tersebut. Polisi menghadirkan empat orang saksi yang memberikan keterangannya dalam jumpa pers tersebut.
Nurca Irawan, pengendara pick up bernomor polisi B 9465 AE menjelaskan, saat itu dirinya sedang melajukan mobilnya pada kecepatan 100 km/jam. Setelah itu ia melihat petugas polisi memberikan tanda memerintahkan mobil memperlambat dengan lambaian tangan. Ia pun memperlambat laju mobilnya kemudian menepi ke kiri. “Tak lama kemudian, ada angkot yang menabrak mobil saya dari arah kanan,” katanya.
Rosadi, pengemudi angkot bernomor polisi F 1946 BM, menyatakan dirinya melihat petugas melambai-lambaikan tangannya pada jarak 300 m. Ia pun mengurangi kecepatan kendaraan dan menepi ke sebelah kiri. Ketika sekitar dua menit berhenti, angkotnya langsung ditabrak.
Yusuf, pengendara Kijang hijau bernomor polisi B 8546 BO melihat adanya lampu yang dipakai sebagai isyarat polisi berjarak sekitar 100 meter di jalur tengah. Pada jarak 40-50 meter kemudian, ia melihat petugas polisi. Pada saat itu, Yusuf mengaku ada sebuah mobil di depannya. “Dari kaca spion Saya melihat ada angkot dalam posisi miring (badan mobil melintang). Ketika Saya mencoba menoleh ke belakang, mobil sudah ditabrak,” katanya.
Ami Afriatni – Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|