|
Metro
Selama Arus Mudik Ditemukan Modus Tindak Kejahatan Baru
Senin, 22 November 2004 | 18:25 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Selama pelayanan arus mudik lebaran jajaran Polres Metro Jakarta Pusat mencatat adanya modus baru tindak kriminal yang dilakukan sekelompok penjahat untuk memperdaya korbannya. Tindak kriminal modus baru itu telah memakan dua korban pemudik di stasiun Senen baru-baru ini.
Menurut Kapolres Jakarta Pusat Sukrawardi Dahlan tindak kriminal dengan modus baru itu dilakukan para pelaku dengan mengakrabi calon korbannya. "Calon korbannya yang biasanya pembantu rumah tangga ditawarkan pekerjaan lain dengan gaji lebih tinggi dari tempat kerja korban," kata Kapolres kepada wartawan saat acara Gelar Perkara di Mapolres Jakarta Pusat, Senin (22/11).
Selanjutnya korban yang mulai tertarik diajak oleh pelaku yang juga seorang wanita pergi dari stasiun Senen dengan alasan untuk menemui bos mereka. Saat tiba di suatu tempat korban diminta untuk meletakan semua bawaannya termasuk perhiasan yang menempel ditubuh korban, dengan alasan mereka akan masuk suatu ruangan yang diperiksa dengan komputer. Setelah tiba di ruangan korban diminta menunggu, sementara pelaku yang beralasan pergi menemui bos mereka, tak pernah kembali dan membawa kabur barang-barang milik korban. Kejadian sejenis ini menurut Kapolres terjadi dua kali terhadap calon pemudik di Stasiun Senen.
Kedua korban menurut Kapolsek Senen Komisaris Polisi Ali. W, telah melaporkan kejadian tesebut ke Polsek Senen. Namun diakui Kapolsek para pelaku yang terdiri perempuan dan laki-laki itu hingga saat ini masih dalam penyelidikan petugas.
Selain mengungkapkan adanya modus kejahatan baru ini, Kapolres juga memaparkan perkembangan kasus dan tindak kriminal selama puasa dan lebaran tahun ini. Untuk tahun ini menurut dia rata-rata kasus dan tindak kriminal diwilayahnya menurun sedikit dibanding tahun sebelumnya. Selama puasa dan lebaran telah terjadi 250 kasus kejahatan. Menurun sedikit dari tahun sebelumnya yang mencapai 278 kasus pada musim puasa dan lebaran 2003. Selama lebaran juga dilaporkan telah terjadi tiga kasus pembobolan rumah lebih rendah dibanding tahun sebelumnya yang terjadi tujuh kasus pencurian.
Pembobolan rumah ini rata-rata terjadi disaat rumah dalam keadaan kosong karena ditinggal anggota keluarga melaksanakan sholat ied. Penurunan tindak kejahatan ini menurut Kapolres karena pihaknya meningkatkan patroli. Menurut dia tahun sebelumnya patroli dan pengamanan hanya dilakukan di lokasi tempat ibadah, sehingga perumahan juga dibobol maling. "Sekarang baik tempat ibadah dan perumahan juga dilakukan pengamanan," katanya.
Menurut data Polres Jakarta Pusat selama puasa dan lebaran juga dicatat laporan kejadian yang masuk mencapai 213 laporan. Terdiri dari 61 kasus pencurian, 30 kasus perampokan dan 122 kasus pencurian kendaraan bermotor. Dari sejumlah laporan tersebut menurut Kapolres yang berhasil diungkap sebanyak 63 laporan.
Secara umum, kata Kapolres tindak kriminal yang terjadi selama operasi jajarannya selama puasa dan lebaran ini menurun. Hal menurut dia karena kerja jajarannya yang terus menerus, sesuai arahan Kapolri. Bahkan disejumlah lokasi pusat-pusat kegiatan mudik lebaran pihaknya juga menyerukan himbauan melalui pengeras suara untuk mencegah agar para pelaku tindak kejahatan tidak melakukan aksinya. "Dan saya nilai efektif karena dampaknya tindak kejahatan menurun,"katanya.
Ramidi-Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|