|
Siswa SMP 56 Upacara Bendera di Pelataran Gedung Kosong
Senin, 22 November 2004 | 10:02 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekitar 70 orang siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 56 Melawai melakukan upacara bendera pada hari pertama sekolah. Upacara dimulai pukul 07.15 sampai pukul 08.00 WIB.
Upacara sederhana ini dilakukan di depan pelataran gedung kosong milik Hotel Melawai yang terletak satu komplek dengan bangunan sekolah tersebut.
“Kami terpaksa (upacara di luar) karena tidak diizinkan petugas tramtib,” kata Nurlaila, guru SMP Negeri 56 Melawai.
Selain sebagai ritual sekolah, menurut dia, upacara ini juga merupakan perwujudan eksistensi perjuangan SMP Negeri 56 Melawai sebagai institusi pendidikan yang sah. “Kami tidak akan mundur,” ujarnya lagi.
Dalam kesempatan itu, Nurlaila juga memberikan wejangan yang isinya membebaskan siswa untuk pindah ke sekolah lain. Namun, siswa serempak menjawab, “Tidak.” Dia juga menekankan, akan tetap bertahan di sekolah, tapi sekolah tetap akan memberi kebebasan kepada para orang tua yang ingin memindahkan anaknya.
Upacara juga diisi dengan beberapa wejangan dari guru dan komite sekolah lainnya. Tunggul Naibaho, salah seorang guru relawan dalam amanatnya menekankan agar peristiwa yang menimpa SMP Negeri 56 Melawai ini bisa menjadi cermin bagi siswa untuk berperilaku di masa depan.
Sementara itu, dalam upacara yang berlangsung sangat sederhana itu, tidak ada acara pengibaran bendera. Murid-murid hanya menyanyikan Indonesia Raya dengan sikap hormat pada bendera yang dipegang oleh salah satu elemen dari Masyarakat Peduli Pendidikan SMPN 56 Melawai.
Setelah upacara selesai, para peserta upacara bersama para orang tua murid, guru, komite sekolah, dan Masyarakat Peduli Pendidikan SMPN 56 Melawai menuju Gedung DPR RI.
Menurut Nurlaila, tujuan ke DPR itu untuk menghadap Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Komisi Pendidikan DPR untuk mengadukan keberlanjutan proses belajar mengajar SMP Negeri 56 Melawai.
Rinaldi Dorasman G - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|