|
Bogor
Warga Bojong Usir Kapolres Bogor
Sabtu, 20 November 2004 | 21:47 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
BOGOR-- Suasana di Tempat Pengelolahan Sampah Terpadu (TPST) Bojong, Klapanunggal, Kabupaten Bogor, hingga Sabtu (20/11) petang masih memanas. Situasi ini terjadi setelah Kepala Kepolisian Resort Bogor Ajun Komisaris Besar Muh. Taufik beserta stafnya mendatangi lokasi sambil mensosialisasikan rencana uji coba pengolah sampah, yang rencananya akan dilakukan pada Senin (22/11).
Mendengar rencana itu warga langsung mengusir Kapolres, karena mereka sudah tidak mau mendengar tentang rencana pengoperasian TPST Bojong. "Ketika kami berkumpul di pintu gerbang, Kapolres datang sekitar pukul 10.00 wib, untuk meninjau tempat sampah,
suasana sempat menegang, bahkan warga sempat mengusir Kapolres," ujar ujar Naih, ketika dihubungi wartawan hari ini, di Bogor.
Menurutnya, warga sekitar TPST Bojong sejak ada pemberitahuan rencana uji coba
sudah berkumpul di depan pintu gerbang. "Kami hanya bilang bahwa polisi tidak punya hak untuk menjadi mediator. Polisi hanya bertugas menjaga keamanan. Yang berhak menjadi mediator anggota DPRD Bogor, karena mereka adalah wakil kami," ujar Naih. Dia mengancamn, jika PT Wira Guna Sejahtera, penggelola TPST Bojong, tetap memaksakan ujicoba, bukan mustahil warga akan mengamuk.
Direktur Utama PT Wira Guna, Sofyan Hadiwidjaja menjelaskan, masalah uji coba sampai
pengoperasian tempat sampah masih dibahas, walaupun sudah ada kesiapan dan desakan dari Pemerintah Daerah DKI Jakarta. "Saat ini kami masih memantau perkembangan warga di sekitar lokasi," ujarnya ketika dihubungi melalui telepon.
Sofyan menilai warga yang menolak masih dipengaruhi pihak lain. Sebab, menurut dia, hanya 20 orang warga yang menolak.
Bojong rencananya akan menjadi pengganti Bantar Gebang, Bekasi bagi pembuangan akhir sampah-sampah di DKI Jakarta.
Deffan Purnama - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|