|
Metro
Pemasangan Batu Besar Marak di Tol Jakarta-Cikampek
Sabtu, 20 November 2004 | 19:04 WIB
TEMPO Interaktif, Bekasi:Para pengguna jalan tol Jakarta-Cikampek sebaiknya lebih waspada. Pasalnya, belakangan ini marak aksi pemasangan batu seukuran kepala orang dewasa di bahu jalan. Tujuannya, mencelakai para pengguna jalan yang lengah. Setelah mobil terperosok karena menabrak batu, sekelompok orang akan datang dan menjarah.
Sejumlah petugas patroli tol mengemukakan hal itu hari ini Sabtu (20/11) di Bekasi. Semenjak musim arus balik lebaran ini, para petugas sudah beberapa kali menangkap basah aksi sejumlah warga yang sengaja memasang batu di bahu jalan. "Tapi, ketika kami
dekati, mereka langsung kabur ke luar area jalan tol," kata Suyanto, salah satu petugas.
Sejauh ini, PT Jasa Marga Tol Cabang Jakarta Cikampek memang belum memperoleh laporan secara resmi adanya pengguna jalan yang menjadi korban penjarahan. Namun, adanya modus aksi pemasangan batu besar di bahu jalan itu sudah menjadi catatan terbaru bagi petugas patroli tol dan polisi jalan raya untuk meningkatkan kewaspadaan.
Batu-batu yang dipasang itu saking besarnya, apabila ditabrak, mobil akan terpental atau terperosok masuk ke rerumputan tepi jalan. Beberapa, petugas juga beberapa kali mencegah aksi penjarahan yang dilakukan sekelompok warga kepada korban kecelakaan itu. \"Untung korban cepat lapor ke petugas," ujarnya.
Data terakhir yang diperoleh di PT Jasa Marga Posko Angkutan Lebaran tahun
2004, kejadian terakhir yang dipergoki petugas patroli terjadi pada Sabtu (20/11) sekitar pukul 01.20 WIB. Petugas tol dibantu petugas dari Brimob nyaris menangkap basah empat warga di yang tengah meletakkan beberapa buah batu seukuran kepala manusia, tepat dibahu jalan.
Keempat pelaku itu meletakkan batu di kilometer 37.800 lajur B (arah Jakarta), tepatnya di kawasan Cikarang Timur. Namun, secara kebetulan petugas patroli hendak melintas, para pelaku langsung lari kocar-kacir melompat pagar di pinggir tol dan menghilang. Kini, batu-batu itu dibawa ke sentral komunikasi tol untuk barang bukti.
Petugas patroli Suyanto yang ditemui di kantor sentral komunikasi tol mengungkapkan, petugas seringkali memergoki aksi itu. Namun belum pernah sekalipun berhasil meringkusnya. "Mereka langsung kabur kalo melihat lampu kedip mobil milik petugas, mereka langsung masuk perkampungan," katanya.
Modus ini tergolong baru terjadi selama arus balik lebaran tahun ini. Sebab,
selama ini belum pernah ditemui petugas di lapangan. "Soalnya selama ini dan lebaran tahun lalu, kami tidak pernah memergokinya," ujarnya.
Siswanto - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|