Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Hotel Diserbu Keluarga yang Ditinggal Mudik Pembantu
Kamis, 18 November 2004 | 19:36 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Hotel-hotel berbintang di Jakarta diserbu keluarga-keluarga yang ditinggal para pembantu rumah tangga selama libur Idul Fitri ini. Budaya mudik yang biasa dilakukan para pembantu rumah tangga, memberikan keuntungan tersendiri bagi para pengelola hotel.

Meskipun pertemuan maupun tamu dari kalangan bisnis di hotel-hotel selama libur Lebaran berkurang, hotel tidak kekurangan tamu.

Selama libur Lebaran ini, hotel-hotel cukup banyak kebanjiran tamu yang berasal dari keluarga-keluarga yang terkena dampak dari pembantu yang mudik. Karena itu, berkurangnya jumlah tamu dari kalangan pebisnis, tidak mempengaruhi tingkat hunian hotel.

Hotel Shangri-La misalnya, sekitar 50 persen dari total tamu yang menginap merupakan keluarga yang ditinggal para pembantu mudik. Saat ini tingkat hunian hotel mencapai 60 persen.

Bahkan, menurut Koordinator Komunikasi Hotel Shangri-La Gloria Vera Kristie, sejak mulai ramadhan Shangri-La memberikan paket khusus. Paket yang diberi nama ‘Kamar Spesial Ramadhan dan Idul Fitri’ ini menawarkan paket Rp 898 ribu per malam.

“Harga ini sudah termasuk kamar, makan pagi, dan sahur untuk dua orang. Shangri-La juga memberikan diskon 10 persen untuk setiap perpanjangan satu malam. Dengan paket dan diskon ini, para makin tertarik untuk menginap,” kata Gloria.

Melihat budaya mudik para pembantu rumah tangga, Hotel Hilton melihat peluang untuk menarik tamu-tamu yang biasanya tidak mau repot selama ditinggal pembantu. Hilton menawarkan ‘Paket Pulang Kampung’ yang memberikan pelayanan dan fasilitas khusus bagi para tamunya.

Dengan harga paket Rp 1 juta per malam, tamu sudah mendapatkan sebuah kamar untuk dua orang, makan pagi dan makan siang, serta fasilitas cuci pakaian maksimal 10 potong.

Menurut Hubungan Masyarakat Hilton Emeraldo Parengkuan, paket ini memang dibuat untuk mencari pasar lain selama libur Lebaran. Paket ini cukup efektif mendatangkan tamu. Terbukti 10-15 kamar dipesan per harinya.

“Rata-rata tamu memesan untuk tiga hari. Bahkan, ada diantara tamu yang sampai memastikan tetap menginap sampai pembantu mereka sudah balik,” katanya.

Menurut Emeraldo, tidak semua tamu mengambil paket untuk merayakan Lebaran. Sebagian besar tamu memang menginap dengan ‘Paket Pulang Kampung’, karena memang benar-benar kewalahan dengan pekerjaan rumah selama tidak ada pembantu.

Meskipun tidak dipublikasikan ke media massa, paket ini cukup diminati para pelanggan Hotel Hilton. Program ini merupakan masukan dari tamu tetap Hilton tahun lalu, sehingga baru diselenggarakan tahun ini. Hilton akan meneruskan program ini pada tahun-tahun mendatang.

Khairunnisa - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Ford Naik Lima Peringkat di CSI
Tiga Perempuan Peneliti Raih Fellowship For Women in Science 2008
Indonesia “Juara”
Presiden Dukung Komisi Amandemen UUD 1945
Direktur Kedaulatan Rakyat Meninggal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data