|
Jakarta
Presiden Minta Kepolisian Usut Tuntas Tabrakan di Tol Jagorawi
Kamis, 18 November 2004 | 14:33 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta pihak kepolisian menyelidiki dan mengusut tuntas kejadian tabrakan beruntung di jalan tol Jagorawi kemarin. Tabrakan maut yang terjadi di dekat pintu tol Cibubur 2 arah Jakarta itu, menyebabkan enam orang meninggal dan beberapa orang lainnya luka-luka.
Selain itu, Presiden menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam dan turut berbelasungkawa. Ucapan tersebut disampaikannya, sesaat sebelum menutup pidato pengumuman perpanjangan status darurat sipil di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
"Menutup penjelasan pers ini, izinkan saya dalam kesempatan yang baik ini, menyampaikan rasa duka dan belangsukawa yang setinggi-tingginya," kata Presiden, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/11) pagi.
Selain menyampaikan rasa duka dan ucapan belasungkawa kepada para korban yang meninggal dan luka-luka dalam kecelakaan itu, Presiden juga menyatakan simpatinya pada para keluarga korban yang ditinggalkan. Dia menambahkan, atas rasa tanggung jawab moralmya, telah meminta kepada pemerintah untuk memberikan bantuan perawatan kepada seluruh korban kecelakaan itu.
"Juga bantuan-bantuan sosial lainnya, sebagai rasa duka dari saya khususnya, dan pemerintah pada umumnya," kata Yudhoyono. Tapi dia tidak merinci lebih lanjut, teknis pelaksanaan dan nilai bantuan yang diberikan tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Yudhoyono juga menyatakan, telah meminta pihak kepolisian untuk mengadakan penyelidikan atau investigasi atas kejadian itu. "Siapapun yang bersalah, harus diberikan sanksi hokum yang tepat," kata dia.
Seperti diketahui, telah terjadi tabrakan beruntun di jalan tol Jagorawi, pada hari Rabu kemarin. Tabrakan itu terjadi sekitar 10 menit sebelum iring-iringan kendaran rombongan Presiden Yudhoyono melewati ruas jalan itu. Kecelakaan yang melibatkan sepuluh mobil itu menewaskan enam orang--lima tewas di tempat, satu di rumah sakit, dan empat di antaranya masih bersaudara.
Tapi Yudhoyono mengakui, dirinya baru mengetahui dan mendapat laporan kejadian itu, sesaat setelah memimpin sidang kabinet terbatas di Istana, hari Rabu (17/11) siang.
Yura Syahrul - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|