human error, pengemudi bus tidak mampu menguasai kendaraannya," kata juru bicara Presiden.
">
     
  Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Juru Bicara Istana Bantah Iring-iringan Presiden Penyebab Tabrakan
Rabu, 17 November 2004 | 12:50 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Juru bicara Kepresidenan Andy Mallarangeng membenarkan terjadi kecelakaan di Tol Cibubur sebelum iring-iringan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lewat. Kecelakaan itu menimbulkan sedikitnya lima orang tewas dan 10 lainnya luka-luka.

Menurut dia, kecelakaan itu di sekitar Cibubur menuju pintu masuk tol arah Cikeas. "Terjadinya sebelum iring-iringan mobil Presiden masuk tol," kata dia dalam konferensi pers di Istana, Rabu (17/11).

Andy menjelaskan, kejadian tersebut akibat sebuah bus Garuda B 7707 AD menyeruduk kendaraan yang berada di depan. Ada enam mobil yang mengalami tabrakan beruntun.
Lima orang meninggal kini di RS Cipto Mangunkusumo.

Menurut Andy, Presiden sudah mendapat laporan secara lisan mengenai kejadian tersebut. Presiden, kata dia, menyatakan belasungkawa dan simpati yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban serta berharap kejadian tersebut tidak terulang di masa mendatang. Sedangkan kepada petugas di lapangan, Presiden berharap dapat melakukan tindakan antisipatif.

Andy menegaskan, tabrakan tidak melibatkan iring-iringan kendaraan Presiden. Peristiwanya sekitar 10 menit sebelum iring-iringan Presiden lewat. "Ada human error, pengemudi bus tidak mampu menguasai kendaraannya," kata dia.

Sedangkan petugas di lapangan, kata Andy, sudah melakukan prosedur tetap sesuai yang ditentukan. Sekitar 15 menit sebelum Presiden lewat, sesuai prosedur, semua jalan-jalan yang akan dilewati atau bersinggungan segera ditutup. "Polisi lalu-lintas sudah melakukan prosedur yang ditetapkan".

Andy membantah bahwa kejadian tersebut disebabkan adanya penyetopan mendadak karena iring-iringan kendaraan Presiden hendak lewat. "Presiden lewat 10 menit setelah kejadian itu," kata dia.

Menurut Wakil Kepala Satuan Patroli Pengawalan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Polisi Herry Ardyanto, petugas "membersihkan" jalur tersebut sejak pukul 07.00 WIB. Caranya dengan memberitahukan bahwa rangkaian mobil Presiden sedang bersiap dari Cikeas.

"Saya swipernya, jam tujuh sudah memberitahukan ke Polda Metro jaya rangkaian Krisna parkir (sandi polisi untuk iring-iringan mobil Presiden)," papar dia. Herry yakin, penutupan tidak dilakukan mendadak tapi dilakukan sudah lama sebelum iringan tersebut lewat.

Yura Syahrul-Koran Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Nama-nama Korban Tabrakan Belum Seluruh Terindentifikasi
Seorang Berseragam Polisi Diduga Penyebab Tabrakan Beruntun di Tol Cibubur
Lima Orang Tewas dalam Kecelakaan di Tol Cibubur
Jumlah Korban di Jalan Tol Lebaran Ini Meningkat
Tabrakan Beruntun Tol Jakarta-Cikampek, Lima Orang Alami Luka Berat
Hari Pertama Lebaran Terjadi Dua Kecelakaan di Tol Jakarta-Tangerang
Tabrakan Beruntun di Ngawi, Satu Meninggal Dunia
Minibus Terbalik, Lima Pemudik Luka Berat
Tol Jagorawi Licin Rawan Kecelakaan
Hari Ini, Empat Kecelakaan Sepanjang Jalur Mudik
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [20]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data