|
Jakarta Timur
Pembiusan, Mayoritas Kejahatan di Terminal Pulo Gadung
Selasa, 16 November 2004 | 04:22 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kejahatan terbanyak selama arus mudik Lebaran yang terekam di Pos Polisi Terminal Bus Pulo Gadung sampai saat ini adalah pembiusan.
Menurut Syarifudin, Kepala Jaga Posko Polisi, kejahatan dengan modus operandi pembiusan penumpang merupakan tiga dari lima kejahatan yang ada.
Syarifudin mengatakan, korban yang tak sadar diri setelah dibius, yang kemudian ditemukan penumpang lain, selanjutnya ditangani oleh tim medis yang berjaga di terminal. Untuk pemulihan, korban dikirim ke Rumah Sakit Persahabatan, Rawamangun, Jakarta Timur.
Jenis kejahatan lainnya adalah pencurian telepon selular. Pencurian ini berlangsung saat penumpang hendak naik bus. Tapi kemudian si penjahat tertangkap tangan dan sudah dikirim ke Polsek Pulo Gadung.
Selain itu, polisi menemukan calon penumpang membawa senjata tajam berupa pisau. Pembawa pisau tersebut digelandang ke Polsek Pulo Gadung.
Pelanggaran yang dilakukan oleh awak bus yang tercatat oleh polisi dilakukan tanggal 12 November oleh Bus Putri Jaya yang menaikkan tarif bus. Selain itu juga ditemukan kasus penipuan tiket.
Walau jenis kejahatan relatif beragam, Syarifudin menyatakan jumlah kejahatan di Terminal Pulo Gadung saat ini lebih sedikit dibanding tahun lalu.
Hal ini, menurut Syarifudin, tak lepas dari kesigapan petugas yang dimobilisasi dengan model tiga kali shift per harinya. Selain itu, kata dia, adanya kunjungan-kunjungan supervisi dari para pejabat terkait turut memberi semangat untuk menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang bus yang hendak mudik Lebaran.
Selama masa mudik sejak H-7 hingga hari ini tercatat sembilan kali kunjungan para pejabat. Mereka adalah anggota Komisis V DPR, pihak Direktorat Lalu Lintas, Menteri Perhubungan, Komisi D DPRD DKI Jakarta, Gubernur DKI Jakarta, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Mabes Polri dan Anggota Komisi III DPR.
RR. Ariyani – Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|