|
Bekasi
Ribuan Warga Bekasi Takbiran ke Ibu Kota
Minggu, 14 November 2004 | 02:38 WIB
TEMPO Interaktif, Bekasi:Sedikitnya 1.000 warga Bekasi bergerak ke DKI Jakarta untuk merayakan malam takbiran. Wali Kota Bekasi, Achmad Zurfaich sudah mengimbau agar pesta malam takbiran dilakukan di lingkungan masing-masing, namun warga tetap berpawai menumpang kendaraan terbuka dan minibus menuju kawasan ibu kota, Sabtu (13/11).
Suasana gembira karena baru saja menyelesaikan ibadah puasa memancar dari wajah-wajah peserta pawai keliling. Mereka ingin meluapkan kegembiraan, usai berpuasa selama sebulan ini. Suka cita itu diluapkan dengan menyenandungkan kebesaran Tuhan dengan berpawai keliling kota.
Tak beda dengan tahun-tahun sebelumnya, suasana gembira ini selalu meluap-luap. Dari pemantauan Tempo mulai pukul 20.00 WIB, sedikitnya 50 kendaraan minibus, kijang bergerak dari di Jalan Cut Meutia dan Jalan Raya Narogong. Kendaraan itu terlihat penuh berjubel penumpang dengan jendela kendaraan yang dibuka.
Para penumpang yang umumnya anak-anak dan remaja itu bertakbir menyebut nama Allah. Selain kendaraan tertutup, belasan truk juga bergerak pelan. Warga yang menumpang berjubel di dalam bak. Bahkan, sebagian lagi berhelantungan di pinggir-pinggir bak truk.
Selain melakukan takbiran, sebagian dari mereka juga menabuh bedug dan kentongan. Kemeriahan suasana malam takbiran tahun ini jelas terasa. Sepanjang perjalanan yang mereka lintasi, bunyi bedug bercampur bunyi kentongan bertalu-talu.
Menurut salah satu sopir truk terbuka Ahmad, rombongan itu akan menuju ke Jakarta. Tepatnya, mereka akan bertakbiran di tugu Monumen Nasional (Monas). Bagi mereka, bertakbir di Monas akan lebih berkesan. "Kita akan ke Monas semua, disana kan ramai sekali," kata Ahmad yang ditemui di perempatan Jalan Ahmad Yani.
Ahmad sendiri membawa rombongan dari Kecamatan Rawa Lumbu. Tradisi bertakbir di Monas sudah dilakukan dua kali. Meskipun akan kelelahan karena dihadang macet, hal itu sudah diantipasi dengan membawa bekal makanan, minuman dan hiburan. "Enggak peduli, yang penting senang-senang di sana, kalau di Bekasi kan sudah bosan," kata dia.
Armada truk terbuka dengan berjubel penumpang juga terlihat di Jalan Hasibuan. Rombongan itu bergerak dari daerah Tambun. Mereka juga melengkapi diri dengan bedug dan kentongan. Sepanjang perjalanan, warga bertakbir sekencang-kencangnya.
Siswanto - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|