|
Metro
Harga Barang Kebutuhan Pokok Meranjak Naik
Kamis, 11 November 2004 | 19:06 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1425 H, harga bahan kebutuhan pokok mulai merangkak naik. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DKI Jakarta Ade Soeharsono menyatakan, kenaikan harga itu masih dalam batas toleransi.
Harga daging sapi yang beberapa hari lalu stabil di harga Rp 43.000 per kilogram, mulai H-4 naik menjadi Rp 45.000. Pada hari Kamis (H-3), harga daging sapi lokal di Pasar Jatinegara kembali naik menjadi Rp 48.000 per kilogram. Sementara harga daging sapi impor justru dijual dengan harga lebih murah dari sapi lokal, Rp 45.000 per kilogram.
Dalam kunjungannya ke Pasar Jatinegara kemarin, Gubernur DKI Sutiyoso meminta pedagang menimbun barang sehingga harga naik. Untuk mencegah lonjakan harga ini, Pemprov DKI telah menyiapkan rencana operasi pasar. “Kalau terjadi gejolak harga, pasar akan dibanjiri dengan barang karena kita punya stok cukup,” kata Ade.
Ade mengatakan, harga barang lainnya relatif stabil karena banyak warga DKI yang sudah pulang mudik sehingga mengurangi tingkat pembelian. Secara otomatis, harga akan menyesuaikan dengan permintaan pasar.
Harga bahan kebutuhan pokok seperti beras, gula pasir, minyak goreng curah, susu kental manis, margarin dan tepung terigu tidak mengalami kenaikan harga yang signifikan. Stok beras di Pasar Induk Cipinang per 10 November sebanyak 54.000 ton dan di Dolog Jaya sebanyak 45. 138 ton cukup untuk 33 hari.
Sementara harga sayur justru mengalami kenaikan. Harga cabai rawit besar dari Rp11.000 per kilogram menjadi Rp 18.000, atau naik 63,6 persen. Harga cabai merah keriting juga meningkat Rp 9.000 per kilogram menjadi Rp 16.000, atau naik 77 persen. Harga bawang merah juga naik menjadi Rp 8.000 per kilogram dari Rp 7.000. Kelapa juga naik Rp 500 menjadi Rp 3.000 per butir. Kenaikan harga ini disebabkan banyaknya permintaan konsumen dan pasokan daerah produsen mulai berkurang.
Pemprov DKI menjamin ketersediaan bahan pokok cukup sampai H+7 Lebaran. Ade berharap harga stabil, dengan asumsi kelancaran distribusi bahan pokok ke Jakarta aman dan lancar serta tidak ada aksi pembelian yang berlebihan. “Dinas terkait juga punya komitmen tinggi tidak over acting di lapangan sehingga suasana kondusif dan tidak menimbulkan high cost economy,” ujarnya.
Tjandra-Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|