|
Jasa Marga Bingung Tangani Sopir Truk Kontainer
Kamis, 11 November 2004 | 12:59 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Petugas patroli tol PT Jasa Marga kebingungan mengatasi kenekatan sopir kontainer dan truk-truk besar bukan pengangkut BBM dan sembako yang melintasi jalan tol Jakarta-Cikampek. Meski sudah dua hari diberlakukan instruksi Direktur Jendral Perhubungan Darat diberlakukan, tetap saja armada itu asik melenggang di jalan tol.
Seperti diketahui, sesuai instruksi Direktorat Jendral Perhubungan Darat No. Ins.06/AJ.206/DRJD /2004 dan Ins. 07/AJ/2004 yang ditetapkan tanggal 12 Oktober lalu menyebutkan, mulai 10 November 2004 -14 November 2004, seluruh kendaraan angkutan barang dilarang melewat jalur pantai utara (Pantura).
Larangan ini terutama untuk angkutan dari arah timur (Jawa Tengah dan Jawa Timur) ke arah barat (Jakarta). Namun, larangan melintas jalan bebas hambatan ini tidak berlaku bagi kendaraan pengangkut sembako dan BBM. Kebijakan itu diberlakukan agar arus lalu lintas mudik dan balik lebaran 2004 ini berjalan lancar. Namun, dari pemantauan, hingga Kamis (11/11) ini, masih berseliweran truk-truk tronton leluasa.
Terlihat di bagian kaca kabin truk, ditempel stiker dengan warna dasar kuning yang dikeluarkan Departemen Perhubungan. Stiker itu memberikan kompensasi kepada armada itu untuk melintas di jalan tol.
Hal inilah yang menjadi kebingungan para petugas patroli tol Jasa Marga. Menurut petugas shift sentral komunikasi tol Jakarta-Cikampek, Asworo, dengan dipasangnya stiker yang memberikan kompensasi itu membuat petugas kesulitan melakukan tindakan pengusiran armada itu.
Sebab, setiap kali diperiksa di pintu-pintu tol, para pengemudi mengatakan hanya menjalankan tugas bos (pengusaha). Ketika dicek ke pengusaha, kata Asworo, pengusahanya mengatakan sudah mendapat kompensas dari Departemen Perhubungan dengan stiker. "Dephub yang membuat aturan, tapi masih ada pelanggaran," ujar Asworo.
Siswanto-Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|