|
Bekasi
Penjaga Toko Tewas dengan Leher Terjerat dan Lima Bacokan
Kamis, 11 November 2004 | 08:41 WIB
TEMPO Interaktif, Bekasi:Usai shalat tarawih, warga Kelurahan Jati Karya, Jati Sampurna, Pondok Gede gempar, menyusul ditemukannya seorang penjaga toko, Pepen, 40 tahun, dalam keadaan tewas mengenaskan. Di kepalanya terdapat empat luka bacokan, tujuh luka pukulan benda tumpul, dan lehernya dijerat dengan ikat pinggang.
Korban ditemukan di tempat kerjanya di ruko pengisian air mineral di Jalan Raya Alternatif Cibubur, depan Rumah Sakit Ibu Anak Permata Cibubur, Kelurahan Jati Karya, Jati Sampurna, Rabu (10/11) sekitar pukul 20.30 Wib. Dugaan kepolisian, korban dibunuh ketika sedang shalat di ruang tidur.
Sebab, saat ditemukan pertama kali oleh tiga temannya, yakni Kusmuludin, warga Negara Ayu Rt 4/1, Brebes, Wahidin, 24 tahun, warga Negara Ayu, dan Cipto 21 tahun, warga Beji Rt 2/8 Babatan tergolek bersimbah darah dan masih mengenakan sarung kotak-kotak hitam dan berbusana koko tertelungkup di atas sajadah di lantai kamar.
Dari keterangan yang didapat di tempat kejadian perkara, diketahuinya korban menjadi korban pembunuhan, ketika tiga teman korban hendak bermain ke tempat pengisian air mineral itu. "Waktu itu kita mau main ke sana, karena kita sering tidur di tempat itu nemenin Pepen yang sendirian," kata Wahidin, saksi mata.
Mereka hendak masuk lewat pintu depan yang terbuat dari kaca. Sempat diketok pintu itu beberapa kali, namun tidak ada tanggapan dari dalam. Mereka juga sempat memanggil-manggil Pepen, tetapi tidak ada jawaban. Padahal, biasanya Pepen selalu menunggu di bagian depan ruangan.
Mereka mulai curiga terjadi sesuatu di dalam ruko itu. Sebab, tidak biasanya Pepen yang berjaga tidak menyahut. Ditambah lagi, lampu-lampu ruangan tidak ada yang dihidupkan sama sekali sehingga gelap gulita. Kemudian, ketiga teman korban memutar lewat pintu belakang. "Kita lewat pintu belakang, karena di depan dikunci," kata Wahid.
Pintu belakang tidak dikunci sehingga ketiga teman korban ini bias leluasa masuk ke dalam. Kemudian mereka menghidupkan lampu penerang ruangan. Namun, mereka tidak melihat Pepen. Baru setelah di buka kamar tidur, mereka terkejut ketika mendapati Pepen yang sudah tertelungkup di atas sajadah dengan bersimbah darah.
Para saksi mata sempat memerksa korban. Setelah dipastikan tewas, mereka langsung melapor ke Danny, warga sekitar lokasi kejadian. Danny yang mendapat laporan penemuan mayat itu langsung mengontak petugas polisi di Pos polisi Pondok Gede. Tidak lama kemudian, petugas identifkasi Polres Bekasi datang ke lokasi.
Siswanto-Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|