|
Bekasi
Pemudik dengan Sepeda Motor Padati Bekasi
Kamis, 11 November 2004 | 08:26 WIB
TEMPO Interaktif, Bekasi:Pemudik Lebaran Idul Fitri yang bersepeda motor mulai memadati jalur lalu lintas dari Jakarta, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi menuju wilayah timur (Karawang, Jawa Barat). Armada sepeda motor yang memiliki rombongan sendiri-sendiri ini diminati warga Jawa Barat dan Jawa Tengah yang bekerja di DKI Jakarta dan Bekasi, karena dianggap lebih cepat dan ada unsur rekreasinya.
Dari pemantuan Tempo di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi, Kamis (11/11) dini hari, terlihat gerombolan pasukan mudik yang enggan menggunakan angkutan bus karena takut macet. Setiap gerombolan yang melintas, jumlahnya tidak kurang dari 20 sepeda motor. Setiap sepeda motor, rata-rata ditunggangi dua orang.
Sejak pukul 24.00 Wib sampai pukul 02.00 WIB dari pos pengamanan mudik di perempatan Hero, Jalan Ahmad Yani, sekitar 300 buah sepeda motor melintas. Mereka menuju ke arah Karawang, Jawa Barat. Para pengendara sepeda motor yang berjaket gelap itu terlihat bersemangat menuju ke arah timur, menembus dinginnya dini hari.
Menurut salah seorang pemudik yang kebetulan berhenti di pos polisi, Erwin asal Solo, Jawa Tengah, tidak takut kelelahan, meskipun berjam-jam duduk dengan pantat panas di atas jog sepeda motor Honda Tigernya. Sebab, intinya pulang dengan santai sambil rekreasi di jalan.
"Dari pada macet, di tengah jalan seperti naik bus kota, mendingan kita naik sepeda motor lebih leluasa dan murah lagi," kata Erwin berlogat Jawa yang kental. Bagi dia berlebaran dan beziarah di kampung halaman memang sudah menjadi tradisi tiap hari raya Idul Fitri.
Selain alasan murah dan cepat, kata Erwin, sepeda motor yang dibawa mudik juga bakal efektif digunakan di kampung halaman. Sebab, sepeda motor itu dapat dibawa keliling-keliliing ke sanak keluarga di kampung. Selain itu, dengan membawa sepeda motor juga dapat menunjukkan keberhasilan seseorang dengan memilikinya.
Siswanto-Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|