Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Truk Gandeng Nekat Lewat Tol Jakarta-Cikampek
Rabu, 10 November 2004 | 18:09 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Larangan bagi armada pengangkut bahan bangunan dan truk gandeng melintas jalan tol Jakarta-Cikampek, belum efektif. Meski pelarangan sudah diberlakukan mulai Rabu (10/11) pukul 01.00 Wib, armada itu masih terlihat leluasa berlalu lalang di jalur tol Jakarta-Cikampek.

Padahal seseuai keputusan yang tertuang dalam Instruksi Direktorat Jendral Perhubungan Darat No. Ins.06/AJ.206/DRJD /2004 dan Ins. 07/AJ/2004 yang ditetapkan tanggal 12 Oktober lalu menyebutkan, mulai 10 November 2004 -14 November 2004, seluruh kendaraan angkutan barang dilarang melewat jalur pantai utara (Pantura).

Larangan ini terutama untuk angkutan dari arah timur (Jawa Tengah dan Jawa Timur) ke arah barat (Jakarta). Namun, larangan melintas jalan bebas hambatan ini tidak berlaku bagi kendaraan pengangkut sembako dan BBM. Kebijakan itu diberlakukan agar arus lalu lintas mudik dan balik lebaran 2004 ini berjalan lancar.

Namun, pada kenyataannya sepanjang Rabu (10/11) pagi siang, armada kelas berat seperti kontainer dan truk gandeng bermuatan besi maupun barang-barang elektronik dan kardus-kardus, masih terlihat melintas bebas. Kendaraan itu bergerak dari arah Jakarta ke Cikampek atau Cikampek ke Jakarta.

Berdasarkan pemantauan Tempo di gerbang tol Jatibening, antrian armada kendaraan besar bukan pengangkut BBM dan sembako itu terlihat antri mengular. Petugas pemberi karcis juga memberikan karcis masuk kepada para pengemudi truk dan kontainer sehingga larangan dari Dirjen itu terkesan tak sampai ke telinga petugas tol, pengemudi dan pengusaha pemilik truk.

Kepala Cabang Jasa Marga tol Jakarta Cikampek, Tito Karim, membenarkan masih adanya pelanggaran itu. Namun, para petugas akan secepatnya mengatasi. Truk besar itu, kata Tito, kerap menghambat arus senang melintas di lajur kanan. Beban berat, truk itutidak bisa melaju atas 60 kilometer per jam sehingga menghambat kendaraan di belakangnya.

Dijelaskan, untuk pengaturan pengguna jalan tol Jakarta-Cikampek bagi aramada barang-barang ekspor impor dengan jenis kontainer dari wilayah perkotaan menuju ke pelabuhan atau sebaliknya, kata Tito, sebenarnya pengaturannya sudah diserahkan sepenuhnya kepada kepala dinas perhubungan masing-masing daerah.

Siswanto?Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Tol Jakarta-Tangerang Siaga 24 Jam Mulai H-7
Mudik Lebaran 2004, Jasa Marga Fokuskan Tol Cikampek
2005, Bekasi Bangun Jalan Tol Cikarang-Priok
Tahun Depan Bekasi Bangun Jalan Tol Cikarang-Priok
BSD Ditegur Karena Memagar Jalan
IPO Jasa Marga Untuk Perbaikan Jalan Tol
IPO Jasa Marga, Awal 2005
Ruas Tol Veteran-Ulujami Mulai Beroperasi
Penambahan Ruas JORR Selesai 2005
Lima Mega Proyek Jalan Tol di Jawa Timur Mangkrak
> selengkapnya...


Website

PT Jasa Marga


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Foke: Bulan Puasa Jangan Sembarangan Sedekah
Kerabat Amrozy cs Bawa Buku dan VCD Jihad
Jalur Selatan Kereta Api Normal Kembali
Kecil Kemungkinan Beda Awal Puasa dan Lebaran
Tunai Rp 1 Milyar Bagi Peraih Emas Olimpiade

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data