|
Depok
Pedagang Minta Wali Kota Tak Resmikan ITC dan Depok Square
Selasa, 09 November 2004 | 19:04 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kota Depok meminta wali kota tidak meresmikan ITC dan Depok Squre, pusat perbelanjaan yang saat ini sedang dibangun. "Sebelum ada pembicaraan pemerintah dengan para pedagang untuk mencari solusi supaya pasar tradisonal tidak mati suri akibat dua mal itu, tolong jangan diresmikan dulu," kata Ketua APPSI, Syafrizal kepada Tempo di Depok, Rabu (18/5).
Menurut Syafrizal, teman-temannya sesama pedagang mengancam akan demo jika permintaan tadi diabaikan. "Saya harap sih, tidak sampai terjadi demo," katanya. Syafrizal menyatakan, tanpa dua mal itu kehidupan pasar tradisional di Kota Depok sudah cukup tersendat karena kurangnya perhatian pemerintah daerah. " Tidak ada yang mengatur pasar sehingga banyak yang semerawut. Selain itu pemerintah juga tidak memberi subsidi bagi para pedagang kecil," ujarnya.
Akibat kurangnya kontrol pemerintah, Syafrizal mengatakan, banyak pedagang ilegal seperti pedagang kaki lima yang membuka lapak seenaknya di depan kios pedagang resmi. Lapak tersebut menutup akses jalan pembeli sehingga kios-kios tadi omzetnya menurun drastis. Contohnya di Pasar Kemiri Muka, 25 persen pedagang resminya mati suri. "Saya harap pemerintah, khususnya Dinas Pasar segera menetertibkannya,'" ujarnya.
Kepala Dinas Pasar Kota Depok, Tutun Sofyan belum berani berkomentar mengenai peresmian dua mal tadi. "Kami menunggu ada permohonan resmi dari APPSI yang selanjutnya akan kami bicarakan dengan semua instansi terkait termasuk walikota," ujar Tutun. Dia juga berjanji akan lebih memperhatikan kedelapan pasar tradisional yang menampung sekitar 20 ribu pedagang resmi di Kota Depok.
Suliyanti-Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|