|
Metro
TKI Takut Lewat Pintu Debarkasi
Selasa, 09 November 2004 | 15:54 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang baru tiba di pelabuhan Tanjung Priok dari Malaysia, Selasa (9/11) tidak bersedia masuk lewat pintu debarkasi yang disediakan karena takut. Sebagian besar TKI tersebut memilih lewat pintu penumpang biasa.
Hal tersebut dibenarkan Teguh, 25 tahun, TKI asal Kebumen yang bekerja pada perusahaan perkebunan di Johor Malaysia. Menurutnya, banyak teman-teman TKI yang keluar lewat pintu penumpang. "Itu banyak TKI. Mereka takut lewat sini," katanya sambil menunjuk orang-orang yang keluar lewat pintu biasa. Setibanya di ruang tunggu, Teguh bersama kakaknya Watiah, 31 tahun, mengaku sebenarnya dirinya juga takut masuk ke dalam ruang tunggu yang disediakan bagi para TKI. "Kita takut karena tidak ada dokumen," katanya.
Kepada Tempo, Teguh mempertanyakan apa dia disuruh masuk ke dalam ruang tunggu dan apa yang akan dilakukan terhadap dirinya. Walau dengan perasaan cemas, sebelum memutuskan tetap masuk lewat pintu debarkasi TKI. "Kami ikut aturan lah," katanya dengan suara bergetar.
Sementara itu, Kepala Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok Sutirto mengakui, pihaknya kesulitan mendata TKI yang tiba. Menurutnya, para pahlawan devisa itu tidak mau disebut sebagai TKI. "Karena mereka punya uang," katanya. Selain itu, tambahnya, para TKI tersebut juga tidak mendapat informasi yang memadai mengenai kepulangan mereka.
Dari data yang diperoleh oleh pihak pelabuhan, tercatat hanya 31 TKI yang masuk lewat pintu debarkasi. Mereka diantaranya berasal dari Jawa Tengah 13 orang, Jawa Timur delapan orang, Jawa Barat lima orang, Lampung dua orang, DKI Jakarta, Banten dan Sulawesi Tenggara masing-masing satu orang. Padahal seperti cerita Teguh, siang itu ia pulang bersama seratusan TKI dari Malaysia, "Mungkin sampai 100 lebih lah," katanya
Tito Sianipar-Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|