|
Metro
Keamanan Prioritas Terminal Kalideres
Selasa, 09 November 2004 | 15:39 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Kepala Terminal Kalideres, Jonny Batara, memprioritaskan keamanan dalam kelancaran angkutan lebaran tahun ini. “Salah satu caranya, kami dapat memonitor seluruh keadaan di terminal lewat kamera CCTV,” katanya pada Tempo ketika ditemui di kantornya, Selasa (9/11).
Langkah lain yang dilakukan pihak terminal dengan menambah jumlah personil pengamanan. Jika sebelumnya petugas pengamanan hanya berjumlah 17 orang, 12 orang polisi dari Polsek Kaliderese dan lima personil dari Tim Khusus Kodam V Jaya, kini ada penambahan 26 personil polisi dari Polres Jakarta Barat, mulai 7 November lalu.
Kerawaman utama di Terminal Kalideres, terutama oleh aksi copet yang mengintai penumpang. Namun, dengan bertambahnya jumlah petugas pengamanan masalah itu dapat teratasi. “Desain terminal ini seperti celengan. Copet tidak bisa keluar karena pintunya satu,” kata Jonny. Walaupun sudah ada jaminan dari kepala terminal bahwa pemudik akan lebih aman, namun masih ada saja penumpang yang merasa khawatir dengan adanya copet di terminal.
“Yang namanya copet, kalau ada kesempatan pasti beraksi,” kata Edi, 30 tahun. Edi sehari-hari bekerja sebagai kuli di Bumi Serpong Damai. Di pintu masuk terminal Kalideres, ia sempat ditarik calo. Tapi Edi memakai trik, dengan menjawab, “Sudah beli tiket.” Edi pun selamat dari aksi para calo. Menurut cerita Edi, ada kenaikan harga tiket untuk jurusan Purwokerto, Jawa Tengah, di hari biasa, harganya Rp 60 ribu, sekarang ia yang hendak mudik ke kampungnya itu harus menambah menjadi Rp 75 ribu.
Umayah, 33 tahun, karyawan toko material di Balaraja, juga memiliki pengalaman dengan calo hari ini. Umayah yang memiliki dua anak di Lampung, berniat mudik ke Pugung Raharjo, Gunung Sugih Besar, Lampung Timur. Sebelum membeli tiket di loket resmi, Umayah sempat ditawari tiket jurusan Lampung senilai Rp 260 ribu. Tawar menawar harga sempat terjadi. Tawaran dari calo turun sampai Rp 160 ribu, tapi Umayah bertahan diharga Rp 130 ribu. Akhirnya Umayah membeli tiket seharga Rp 150 ribu di loket. Umayah yang baru datang ke Jakarta tanggal 15 Desember 2003 ini mengaku hanya tahu terminal Kalideres, ketika ditanya Tempo mengapa ia tidak mau mencoba terminal lain.
Ratna, 23 tahun, yang akan pulang ke Liwa, Lampung Utara, malah sudah pesan tiket dari hari Jumat karena takut kehabisan. Wali Kelas SD 3 Pesangan Ciputat ini sudah libur sejak 6 November lalu. Tanggal 22 November anak-anak sekolah sudah masuk, jadi ia akan kembali ke Jakarta sebelum tanggal 22 November. Ratna yang diantar kakak iparnya, Deni, 27 tahun, berpendapat bahwa kegiatan calo sekarang sudah lebih tertib. “Sekarang lebih aman,” ujar Ratna.
Deni juga berpendapat sama. “Tahun lalu, saya mudik dari Kampung Rambutan, tidak berani dari Kalideres. Di Kalideres banyak calo tarik-tarik penumpang,” kata Deni. “Tapi sekarang banyak aparat,” lanjutnya. Masalah yang dirasakan Ratna adalah soal keamanan. “Copet masih ada,” katanya. Jonny sendiri mengatakan bahwa di terminal Kalideres tidak ada calo. Tapi ketika reporter Tempo memberi informasi tentang adanya calo di terminal, ia langsung membuka hp-nya. “Saya akan menindak,” katanya.
Menghadapi lebaran tahun ini, terminal Kalideres menyiapkan 300 bus reguler perhari dan 120 armada bus cadangan perhari. Untuk bus cadangan, Jonny tidak minta bantuan ke DKI. Karena berdasarkan pengalaman dua tahun lalu, DKI mengutamakan bus bantuan untuk Kampung Rambutan dan Pulo Gadung. Karenanya, ia berinisiatif meminta bantuan armada bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) Sumatera Selatan yang bebas trayek selama lebaran. Namun, ia sudah laporkan hal ini ke Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta.
Terminal Kalideres telah menyiapkan pelayanan dari dinas kesehatan, pemadam kebakaran, dinas sosial, dan pramuka. YLKI belum datang. Totalnya ada108 personil. Jonny sendiri memiliki 86 orang bawahan yang siap dilokasi. Selain itu, untuk menambah penghasilan karyawan kebersihan, ia juga menggunakan jasa mereka sebagai pengangkut barang.
Arus penumpang saat ini mengalami kenaikan sebesar 20 persen. “Prediksi saya, berdasarkan evaluasi tahun lalu, baru pada H-3 jumlah penumpang naik sampai 100 persen,” kata Jonny.
Fanny Febiana-Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|