|
Pengamen Dibersihkan dari Terminal Bekasi
Selasa, 09 November 2004 | 11:56 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Para pengamen yang biasa mencari nafkah di Terminal Bus Bekasi kini gigit jari. Pasal Dinas Perhubungan Kota Bekasi dan petugas terminal bus ?dibersihkan? dengan cara mengusir mereka karena dianggap mengganggu kelancaran arus mudik. Penertiban berkedok pelayanan ini justru dianggap diskriminatif karena pedagang kaki lima dan pencopet belum ditertibkan.
"Sekarang kami enggak boleh ngamen di terminal, apalagi di bus. Padahal, musim seperti ini biasanya banyak orang punya uang," kata Sujoko, 20 tahun, seorang pengamen yang ditemui di perempatan Jalan Ahmad Yani, depan GOR Kota Bekasi Selasa (9/11). Setelah tidak boleh //ngamen// di terminal, mereka menyebar di perempatan jalan.
Sujoko yang sudah mengamen di teminal bus Bekasi sejak usia sepuluh tahun, tentu saja merasa kecewa dengan tindakan para petugas. Sebab, bagi para pengamen, langkah penertiban dengan alas an meningkatkan pelayanan kenyamanan saat mudik yang itu sama halnya menganggap mereka sebagai penjahat yang harus dibasmi.
Bersama Sujoko ada, Soleh, 15 tahun dan Sujar, 18 tahun, yang juga berperasaan sama. Kecewa tapi tidak berdaya dengan aturan para petugas itu. Sudah dua hari ini penertiban berjalan. Instruksi itu dimulai Senin (8/11). Menurut Soleh, kondisi itu mempengaruhi pendapatan perhari rata-rata Rp 10 ribu.
"Biasanya saya dapat Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu sehari, tapi sehari kemaren cuma 10 ribu saja, itu juga kerja //ampe// malem," ujar jebolan salah satu sekolah dasar di daerah Bekasi itu. Kekecewaan para pengamen itu juga ditambah dengan tidak ada upaya pemecehan para pengamen setelah diminta //ngamen// di luar terminal.
Siswanto--Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|