|
Metro
Bus di Terminal Cikarang Belum Lengkapi Pengaman
Senin, 08 November 2004 | 18:10 WIB
TEMPO Interaktif, Bekasi:
Sebagian besar armada bus angkutan lebaran di Terminal Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Cikarang, Kabupaten Bekasi belum dilengkapi dengan alat pengaman palu dan alat pemadam kebakaran. Selain itu, sampai H-7 lebaran, belum dilakukan tes urine untuk mengetahui kesehatan para awak bus oleh tim kesehatan pemerintah daerah.
Hal itu dikatakan kepala Terminal Cikarang, Firman Siswa, Senin (8/11). Padahal, jauh-jauh hari para pengelola bus sudah ditegur untuk melengkapi alat pengamanan selama perjalanan mengantar mudik. "Pemeriksaan kendaraan dan laik jalan sudah dilakukan, sebagian besar bus tidak memenuhi syarat keamanan itu," kata dia. Firman juga menyayangkan ditundanya tes urine terhadap awak bus. "Katanya, pemeriksaan urine untuk para sopir akan dilakukan hari ini oleh tim kesehatan, tapi, sampai sekarang belum ada. Sementara untuk pemeriksaan kendaraan dan laik jalan sudah dilakukan," kiata Firman.
Dari pemantauan Tempo, terlihat bus-bus AKAP tidak melengkapi alat pengaman, seperti palu dan pemadam kebakaran. Ketika ditanya pawa awak bus mengatakan, belum adanya alat itu karena memang belum diberikan fasilitas oleh perusahaan bus masing-masing. Sementara itu, hingga hari ini, belum belum ada tanda-tanda kenaikan arus warga yang mau mudik lewat terminal Cikarang .Firman mengungkapkan, baru sekitar 10 ribu pemudik yang memanfaatkan jasa angkutan di Terminal Cikarang. Diprediksi, jumlah itu akan meningkat pada H-2. "Kemungkinan baru akan melonjak pada H-2 sampai H-4,"katanya.
Sementara itu, dari catatan yang diperoleh dari petugas Terminal Cikarang, hingga saat ini, sebanyak 77 buah bus angkutan Antar Kota dalam Provinsi (AKAP) yang disiapkan untuk melayani pemudik ke empat wilayah Jawa Barat, yakni Bandung, Pangandaran, Garut dan Tasikmalaya. Menurut Firman, pada hari-hari biasa jumlah kendaraan yang melayani penumpang yang menuju ke empat wilayah itu, beroperasi kurang optimal. Karena itu untuk jalur tersebut kemungkinan tidak akan ada penambahan armada.
Sementara itu, di tempat terpisah, Kadishub Kabupaten Bekasi Bachrunil Kusnadi mengungkapkan untuk memperlancar arus mudik, pihaknya menyiapkan 56 personil dengan jam kerja dibagi dalam waktu tiga shift. Penempatan personil tersebut ditempatkan di beberapa titik. Untuk poskotis, dinas perhubungan kabupaten menyiapkan dua poskotis, yaitu Kota Legenda dan Cikarang.
Siswanto-Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|