Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Pemprov Akan Ambil Alih Proyek BKT
Senin, 08 November 2004 | 17:43 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pelaksanaan proyek Banjir Kanal Timur (BKT) yang selama ini dipegang oleh walikota masing-masing wilayah, dinilai belum mencapai hasil maksimal. Jika sampai batas akhir (2007) lahan tidak segera terbebaskan, Pempov DKI akan segera mengambil alih proyek tersebut.

"Itu masih kami pikir untuk ambil alih. Jika walikota masih bisa, kami lepas ke dia. Jika tidak kami akan segara ambil alih," jelas Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso seusai menerima kunjungan anggota di Balai Kota Jakarta, Senin (8/11).

Pembebasan lahan itu, kata Sutiyoso, dijadwalkan selesai akhir 2007 dan tahun 2008 mulai dibangun. “Jadi konsepnya begitu," katanya.

Anggaran dari proyek BKT sebesar Rp 4,9 triliun, yang akan digunakan untuk pembangunan fisik dan pembebasan lahan. Rinciannya, Rp 2,5 triliun untuk pembangunan fisik dari pemerintah pusat dan Rp 2,4 triliun untuk pembebasan lahan dari Pemprov DKI.

Sementara itu, anggota DPR dari fraksi PPP, B Tamam Achda yang bertindak sebagai juru bicara dalam pertemuan tersebut menjelaskan pelaksanaan proyek BKT banyak menghadapi masalah fundamental. Antara lain, perselisihan soal lingkungan hidup dan kepentingan pajak.

Tamam menjelaskan, kunjungan anggota DPR ke Balai Kota tidak lain adalah untuk membicarakan masalah proyek BKT dan berusaha mencari solusi permasalahan tersebut.

Walikota Jakarta Utara Effendi Anas yang juga hadir dalam pertemuan tadi kembali menegaskan bahwa masih belum selesainya proyek BKT disebabkan oleh karena masyarakat sendiri. Bukan karena manajemen kota atau provinsi. "Ada tiga permasalahan fundamental proyek BKT.”

Pertama, tumpang tindih hak atas kepemilikan tanah. Kedua, sebagian warga ingin harga diatas NJOP. Ketiga, sengketa tanah. “Jadi bukan di manajemen kota atau pronvinsi tapi justri yang ada di publik,"

Effendi mengatakan, pada akhir 2005 ini ditargetkan proyek BKT akan selesai 60-70 persen.
(suryani ika sari)

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Cianjur Diterjang Banjir Bandang
Tangerang Buat Perda Perlindungan Situ
Pembangunan Banjir Kanal Timur Terus Tertunda
Pemprov DKI: Antisipasi Banjir Berjalan Lancar
Pembebasan Lahan Proyek BKT, Terhambat
Ratusan Warga Protes Pengurukan Setu
Jakarta Timur Alokasikan Rp 3,3 Miliar Untuk Pembebasan Lahan BKT
Proyek Banjir Kanal Timur Akan Mengurangi Genangan Air di Jakarta
Pemkot Jaktim Anggarkan Rp 150 M untuk Banjir Kanal Timur
Presiden Resmikan Lima Stasiun Pompa
> selengkapnya...


Referensi

Keppres RI No. 114 Tahun 1999 Tentang Penataan Ruang Kawasan Bogor-Puncak-Cianjur

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk49 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data