|
Tol Jakarta-Merak Kembali Telan Korban
Minggu, 07 November 2004 | 19:46 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Tol Jakarta-Merak kembali menelan korban, setelah bus Armada A 7353 LE, jurusan Pulogadung, Jakarta ke Merak hari Sabtu (6/11) menabrak tiang jembatan penyeberangan di KM 64.500.
Akibatnya, salah seorang penumpang dan sopir bus Armada, Didin Wahyudin (40 tahun), langsung tewas di tempat kejadian. Sedangkan puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka berat dan ringan.
Para korban yang mayoritas pemudik yang akan pulang ke Lampung ini hingga hari ini masih berada dalam perawatan di Rumah Sakit Umum Serang. Korban yang mengalami lukas berat itu antara lain Ali Noor 35 tahun, warga Serang; Umar 30 tahun, warga Kalinda Lampung; Romi 30 tahun, warga Lampung; Encas 45 tahun, warga Kalianda Lampung; Iksan 38 tahun, warga Kalianda Lampung Selatan; Talo 50 tahun, warga Bandar Lampung; Rasmi 45 tahun, warga Serang Banten; dan Sarwi 57 tahun, warga Pandeglang.
Umumnya para korban yang mengalami luka berat ini mengalami patah tulang dan luka berat di bagian kepala akibat benturan.
Salah seorang penumpang bus Armada yang selamat dari kecelakaan itu, Yusuf, menjelaskan bahwa musibah maut tersebut dipicu oleh perilaku ugal-ugalan supir bus Srimaju yang berusaha menyalip bus Armada dari sebelah kiri. Kedua bus ini datang dari arah Jakarta menuju Merak.
Ketika memasuki KM 64.500 di Desa Pipitan, Kecamatan Ciruas Serang, pengemudi bus Srimaju berusaha menyalip bus Armada dari sebelah kiri dengan kecepatan tinggi dan sempat menghamtam bagian kiri bus Armada. Akibatnya, supir bus Armada Didin tidak bisa mengibangi mobilnya yang tiba-tiba oleng dan untuk menghindari tabrakan, Didin terpaksa membanting setir ke arah kanan tapi malah busnya menghamtam tiang jembatan.
Didin, warga Komples Brimob Lontar, Serang langsung meninggal dan satu penumpang perempuan yang belum diketahui identitasnya, juga tewas di tempat kejadian. Korban kini berada di Rumah Sakit Umum Serang untuk divisum
Saat kejadian, menurut Yusuf, di dalam bus Armada disesaki sekitar 40 penumpang yang sebagian besar merupakan pemudik yang akan pulang ke Lampung. Saksi mata juga menambahkan, selepas meninggalkan pintu tol Cikupa, bus yang ditumpanginya saling melakukan kejar-kejaran dengan bus Srimaju.
”Banyak penunpang terinjak-injak karena panik. Apalagi saat tabrakan, asap keluar dari bagian depan mobil,” kata Yusuf.
Sementara itu, petugas medis RSU Serang dr Indra yang menangani korban mengaku, rumah sakit mengalami kesulitan untuk mendapatkan informasi tentang nama korban, karena tidak ada kartu tanda pengenal yang dibawa korban seperti KTP atau keterangan lainnya.
Faidil Akbar - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|