Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Puluhan Pemudik Bogor Gadaikan Motor
Jum'at, 05 November 2004 | 17:21 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Puluhan pemudik memilih mengadaikan sambil menitipkan motornya di kantor Pengadaian Kota Bogor. Nampaknya ini menjadi alternatif pilihan mendapatkan uang pinjaman cepat dan mudah untuk pulang kampung. Biasanya mereka menebus mulai H+10 setelah lebaran. Pada umumnya semua motor yang digadaikan ditebus peminjamnya. Hal tersebut diungkapkan Amirdin, Kepala Kantor Pegadaian Kota Bogor, Jalan Ir H Juanda.

Menurut Amirdin, pemudik yang pulang kampung tidak membawa kendaraanya memilih menitipkan ke Pengadaian
agar tetap aman sampai mereka kembali ke Bogor. Selain bisa menitipkan motornya, para pengadai motor juga
bisa meminjam uang sekitar Rp 1-3 juta tergantung kondisi motornya. "Saya melihat setiap menjelang lebaran banyak yang mengadaikan motornya, bisa jadi mereka sebenarnya nitip sambil mengadaikan," ujar Amirdin sambil tertawa.

Hanya saja, puluhan motor yang digadaikan malah memenuhi gudang dan ruangan yang ada di kantor ini. Terlihat puluhan televisi, tape dan alat eletronik lainnya sudah tertumpuk di beberapa ruangan, bahkan ruang kerja saja terlihat ada tumpukan barang elektronik. "Ruangan memang terbatas sehingga ruang kerja kami dipakai menyimpan barang, ya ini terjadi setahun sekali, kalau hari biasa tidak ada barang yang menumpuk semuanya di gudang," kata Amirdin pada Tempo.

Menurut Kepala Cabang Pengadain Kota Bogor, sejak awal Nopember sampai tanggal 5 kemarin, pihaknya telah
mengeluarkan pinjaman sebesar Rp 695 juta, sedangkan uang tebusan yang masuk sebesar Rp 650 juta, tidak begitu jauh perbedaannya. Karena ada kebiasaan di Kota Bogor pada H-10 banyak peminjam yang menebus emasnya untuk lebaran, setelah lebaran biasanya emas itu masuk lagi ke pengadaian.

Pada bulan Oktober, Pengadaian Kota Bogor mengeluarkan pinjaman sebesar Rp 2,8 miliar, sedangkan uang tebusan yang masuk hanya Rp 2,698 milyar. Hal ini menunjukan ada peningkatan peminjaman saat menjelang bulan puasa lalu. Suasana kantor pengadaian tidak kalah ramai dengan sejumlah pasar yang menjual segala kebutuhan, sejak pagi hingga sore. Menurut catatan kantor ini, setiap hari peminjam bisa mencapai 200 hingga 250 orang, dengan pengeluaran pinjaman sekitar Rp 100 juta hingga Rp 300 juta perhari. Menjelang lebaran barang jaminan yang mendominasi pengadaian yakni emas sebanyak 82
persen, sisanya 18 persen barang elektonik..

Deffan Purnama-Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Mayoritas Guru di Malang Belum Bersertifikat
Partai Republiku Sudah Siapkan Calon Legislator
Heart Bersaudara Tuntut Sarah Palin
Di Luar Kata Sitok dan Acep
15 Menit di Istanbul

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data