|
Metro
Komisi V Koalisi Kerakyatan Pertanyakan Kesiapan Pelabuhan Tanjung Priok
Kamis, 04 November 2004 | 17:44 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Sebanyak 12 orang anggota komisi V DPR RI yang berasal dari Koalisi Kerakyatan, siang ini, Kamis (4/11) mengunjungi Pelabuhan Tanjung Priok. Mereka mempertanyakan kesiapan pihak pelabuhan dalam melayani menyediakan sarana arus mudik lebaran. Keduabelas anggota dewan itu tiba pukul 12.45 WIB dan meninggalkan pelabuhan pukul 14.00 WIB dengan menggunakan sebuah bis Big Bird.
Dalam dialog yang dilakukan di ruang tunggu VIP terminal penumpang Nusantara Pura II, Tanjung Priok, anggota dewan mempertanyakan beberapa hal yang berkaitan dengan kesiapan menghadapi arus mudik lebaran. Diantaranya sarana pelayanan bagi penumpang yang ada di pelabuhan, seperti tangga menuju kapal, kamar kecil, ruang tunggu, fasilitas komunikasi, kemudahan mendapatkan angkutan bus, dan lain-lain.
Selain persiapan mengantisipasi arus mudik, anggota dewan yang dipimpin oleh Ketua Komisi V, Hasrul Azwar, juga beberapa hal lainnya. Diantaranya seputar kedatangan TKI, keuntungan pihak PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, dan hambatan yang dihadapi.
Pihak PT Pelindo II yang diwakili Direktur Utamanya, Abdullah Syaefudin, mengatakan bahwa pihaknya sudah menyiapkan segala sarana yang dibutuhkan dalam mengantisipasi arus mudik lebaran. Syaefudin dalam kesempatan itu berjanji akan memperbaiki pelayanan kepada penumpang dan beberapa sarana yang dianggap belum memadai.
Dia juga dengan malu-malu mengutarakan bahwa pihaknya masih mendapatkan keuntungan setiap tahunnya dari operasional yang dilakukan pihaknya. “Keuntungan kita masih yang terbesar di antara Pelindo I dan III,” kata Syaefuddin menjawab keraguan anggota dewan, yang mengatakan bahwa keuntungan pihak Pelindo II semakin kecil. Mengenai masalah yang dihadapi, Syaefudin mengatakan “Yang diperlukan adalah investasi.”
Kepala cabang PELNI Tanjung Priok, Banuaran Harahap, mengatakan bahwa pihak Pelni telah menyiapkan sebanyak 14 kapal yang akan beroperasi dalam rangka arus mudik lebaran. Diantaranya; Kerinci, Kelud, Ceremai, Lambelu, Lawit, Leuser, Sang Hiang, Umsini, Labobar, dan Dobonsolo. “Tiket sampai tanggal 12 November juga masih ada,” katanya kepada wartawan seusai kunjungan dewan.
Keduabelas anggota dewan tersebut antara lain; Hasrul Azwar (Ketua dari Fraksi PPP), Mustafa Kamal (Wakil ketua dari F-PKS), Mirwan Amir (Wakil Ketua dari F-PD), Adjie Masaid (F-PD), Etha Budi (F-Pelopor Bintang Demokrasi), Rahmat Syagaff (PPP), Djabaruddin Ahmad (PPP), Akhmad Muqowam (PPP), Roestanto WD (PD), DH Al Yusni (PKS), Umung Anwar (PKS), dan HM Darus Agap (FPBD).
Sementara dari pihak pelabuhan, selain Syaefudin, tampak hadir; General Manager PT Pelindo II Saptono RI, Kepala Cabang PELNI Tanjung Priok Banuaran Harahap, Kepala KPPP AKBP (Pol) Chaerul NA, dan beberapa pejabat lainnya. Setelah melakukan dialog, para anggota dewan sempat meninjau kapal Farina Nusantara tujuan Pontianak, yang sedang parkir (menepi) di pelabuhan.
Seusai kunjungan, ditanya apakah kunjungan Komisi V asal Koalisi Kerakyatan ini sudah berkoordinasi dengan Koalisi Kebangsaan, Hasrul Azwar mengatakan bahwa itu tidak masalah. Menurutnya, yang dilakukannya adalah bagian dari tugas komisi. Dimana dalam tata tertib DPR, tiap anggotanya diwajibkan untuk masuk dalam salah satu komisi. “Kami melaksanakan tugas sebagai anggota dewan,” katanya.
Hasrul mengakui bahwa pihaknya belum melakukan pembicaraan lebih lanjut dengan koalisi kebangsaan. Dia juga berharap ada pembicaraan antara kedua kubu. Dengan duduk bersama, lanjutnya, diharapkan akan ada titik temu. “Jangan ada arogansi. Di masa Soeharto sekalipun, kita masih dikasih komisi-komisi,” katanya berharap.
Tito sianipar-Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|