|
Metro
Jelang Lebaran Selalu Ada Proyek Tanam Kabel
Kamis, 04 November 2004 | 17:35 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Proyek penggalian dan penanaman kabel milik PT PLN Cabang Bogor hampir setiap tahun muncul menjelang Lebaran di Kota Bogor.
Proyek penggalian dan penanaman kabel milik PT PLN Cabang Bogor hampir setiap tahun muncul menjelang
Lebaran di Kota Bogor. Kabel listrik kapasitas 20 kilovolt biasanya ditanam di trotoar atau di pinggir jalan menyebabkan arus lalulintas terganggu. Sejak dua hari lalu, proyek yang membuat jalanan kotor terlihat di Jalan Pemuda, Jalan Dadali sampai Warung Jambu.
”Saya heran hampir setiap tahun ada saja proyek galian kabel listrik, apa mereka kejar setoran untuk lebaran yaa,” keluh Ali Nurdin, warga Pajagalan, Jalan Pemuda, kemarin. Menurutnya, dua tahun lalu ketika ia mengontrak di daerah Bondongan, Kota Bogor Selatan, di depan rumahnya juga kena proyek penanaman kabel menjelang lebaran, akibatnya saat Hari Raya Idul Fitri rumahnya jadi becek karena tanah bekas galian tidak dikembalikan seperti semua.
Ketika dikonfirmasikan mengenai galian kabel, Manager Unit Pelayanan Jaringan Prima Pakuan PLN Cabang Bogor,
Leo Basuki, menjelaskan penanaman kabel listrik 20 kilovolt merupakan salah satu upaya peningkatan pelayanan terhadap kebutuhan listrik di masyarakat, Leo menepis tudingan setiap tahun ada proyek galian kabel menjelang lebaran, “Kebetulan saja proyek galian dan penanaman kabel listrik pas bulan puasa,” ujar Leo.
Namun dia juga mengaku proyek galian ini menyebabkan jalanan jadi becek dan arus lalulintas terganggu. “Padahal dalam jadwal kami seharusnya selesai sebelum lebaran, tetapi kami akui rekanan kontraktor yang tidak segera menutup bekas galian, ini yang menyebabkan citra kami buruk,” ujar Leo.
Sedangkan Asisten Manajer Perencanaan dan Distribusi, Dede Kusmaya, mengatakan proyek galian ini bukan kebetulan menjelang lebaran, tetapi memang sudah direncanakan sebelumnya, penanaman kabel yang dilakukan hari ke 19 bulan puasa ini memang mengejar target pendistribusian listrik ke Istana Bogor untuk penutupan KTT bulan mendatang. Saluran listrik diambil dari Kedung Badak menuju Istana Bogor yang akan melintasi Jalan Pemuda, Jalan Dadali, Jalan Jenderal Sudirman sampai Jalan Ir H Juanda.
”Rencana penanaman kabel 20 kilovolt sudah direncanakan bulan Oktober lalu oleh Kantor Distribusi Jawa Barat, kebetulan awal Nopember lalu suratnya sudah turun jadi kami harus melaksanakan segera mungkin,” jelas Dede Kusmaya kepada Tempo.
Mengenai kontraktor kebetulan mendapat proyek penggalian atau penanaman kabel listrik, tetapi tidak mengembalikan kondisi tanah rata seperti semula dan tidak selesai pada waktunya. Menurut Dede akan kenakan sanksi dan teguran keras, bahkan bisa jadi dihapus dari daftar rekanan. Tetapi kenyataan di lapangan seringkali rekanan PLN membiarkan kondisi tanah bekas
galian ditutup sembarangan.
Berdasarkan catatan Tempo, proyek penggalian atau penanaman kabel listrik 20 kilovolt selalu muncul menjelang lebaran. Tahun 2001 proyek galian dilakukan hampir di semua sudut kota Bogor, sehingga saat Lebaran kawasan Kota Bogor yang biasanya bersih terkesan kumuh dan becek. Karena kurang tegasnya Pemerintah Kota Bogor dalam menegur PT PLN maupun kontraktor yang mendapat proyek galian, akhirnya tahun 2002, proyek galian ini muncul lagi persis hari kedua puasa. Kabel yang ditanam di sekitar daerah Pancasan, Jalan Pahlawan, Empang menyebabkan arus lalulintas terganggu. Namun
tahun 2003 proyek galian kabel tidak dilakukan menjelang lebaran, meskipun masih di beberapa sudut kota proyek penanam kabel listrik terlihat tetapi tidak dilakukan secara serempak.
Deffan Purnama
INDEKS BERITA LAINNYA :
|