|
Metro
Bocah Kelas 5 SD Gantung Diri
Kamis, 04 November 2004 | 17:10 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
BOGOR- Hanya gara-gara diingatkan ayahnya untuk melaksanakan Sholat Subuh, Ahmad Mulyadi, 13 tahun, warga Kampung Warung Awi, RT 03/01, Desa Sirnagalih, Taman Sari, Ciapus nekad gantung diri. Jenasahnya ditemukan tergantung di pohon melinjo, areal pemakaman wakaf tidak jauh dari rumahnya. Kejadian Rabu sore cukup mengangetkan warga sekitar.
Menurut pengakuan ayah korban, Kardi, 45 tahun, Rabu Subuh ia menegur anaknya yang tidur setelah melaksanakan sahur, padahal beberapa menit kemudian azan Subuh berkumandang. "Saya menegur ia karena tidur sebelum Sholat Subuh, niat saya baik tetapi ditanggapi tidak baik ia malah tidur ya sudah saya marahi," ujar Kardi kepada wartawan.
Sekitar pukul 9.00 wib, Ahmad terlihat bersikap biasa, bahkan ia sempat meminta telur asin dan buah mangga kepada ibunya, Otih, 38 tahun, ibunya sempat keheranan karena anaknya biasa rajin puasa. "Waktu itu dia bilang buah buka puasa nanti," tutur Ny Otih, setelah diberikan keinginannya anak pertama. setelah itu Ahmad minta izin untuk pergi mencari rumput untuk ternak kambingnya.
Setelah ditunggu sampai pukul 15.00 wib, ternyata anaknya belum datang, padahal biasanya datang sekitar pukul 12.00 wib, Ny Otih dan tetangga korban kaget ketika Sukarma, salah satu warga setempat menemukan Ahmad, bocah kelas 5 SD tergantung kaku, dengan lidah menjulur, di pohon melinjo dekat tanah wakaf yang menjadi pemakaman. Setelah mengetahui anaknya gantung diri, Kardi meminta agar anaknya segera dikuburkan Kini kasusnya ditangani oleh POlsek Ciomas.
Deffan Purnama
INDEKS BERITA LAINNYA :
|