|
Metro
Hadapi Lebaran Stok Pangan Kota Tangerang Cukup
Kamis, 04 November 2004 | 17:02 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Menghadapi Lebaran kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) untuk Kota Tangerang tersedia cukup.
TANGERANG- Menghadapi Lebaran kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) untuk Kota Tangerang tersedia
cukup. Hal itu dikatakan Kepala dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Pariwisata Kota Tangerang, Bambang Setiabudi Kamis (4/11).
Dengan cukupnya kebutuhan selama Lebaran bahkan sampai Desember, di wilayah Tangerang tidak perlu diadakan operasi pasar. Sejak sepekan terakhir, Disperindagkopkar telah melakukan survei harga kebutuhan masyarakat, dan kenaikannya ternyata ditemukan tidak terlalu signifikan.
Tercatat harga barang yang naik sampai 1 persen hanya jagung pipilan dari Rp 3200 per kg menjadi Rp 3.500 per kg yang lain di bawah satu persen rata-rata kenaikannya. Disebutkan Bambang untuk kebutuhan beras dibutuhkan 22.300 ton untuk keperluan penduduk sejumlah 1,4 juta jiwa. Sedangkan untuk kebutuhan daging ayam sekitar 1.500 ton, daging kerbau 325 ton, telur ayam mencapai 1.400 ton, bawang merah 700 ton, cabe merah 925 ton dan kelapa 2000 ton juga gula pasir sekitar 315 juta liter.
”Perkembangan harga tidak signifikan, belum ada kenaikan secara sporadis sampai dengan Desember mudah-mudahan tidak ada kenaikan harga yang mencolok,” kata Bambang kemarin.
Sampai kemarin pantaaun harga yang dilakukan dari survei pasar tradisional dan modern di Kota Tangerang diketahui harga beras IR per kg-nya mencapai Rp 2.600 sedangkan pandan wangi lebih mahal yakni Rp 3.300 per kg. Untuk minyak goreng curah atau tanpa merek seharga Rp 5.500 liter per kilonya. Daging sapi merah naik Rp 1000 dari Rp 39 ribu menjadfi Rp 40 ribu/Kg atau mengalami kenaikan sebesar 0,03 persen. Sedangkan ayam broiler harga tetap Rp 13.000 demikian pula
ayam kampung harganya variatif berkisar Rp 25 ribu per kg. Sementara itu telur ayam broiler naik Rp 100 (0,01 persen).
Dijadwalkan pada Senin (8/11) Disperindagkopkar akan melakukan peninjauan ke Pasar Anyar. Dan berturut-turut hari berikutnya ke Pasar Malabar di Perumnas II dan ke Pasar Ciledug . Sedangkan Gubernur banten H.D. Munandar juga akan mengunjungi pasar induk Tanah Tinggi pada tanggal 10 November ini pada malam hari.
Sementara itu menyoal kadaluwarsa barang, menurut Bambang sudah terpantau secara periodik. Karena persaingan dagang yang tinggi, maka perusahaan-perusahaan biasanya juga menjaga mutu agar laku di pasaran. Maka sebelum batas kadaluwarsa
akan menarik dagangannya dari pasaran dan menggantikannya dengan yang baru. “Sejauh ini belum kita temukan barang kadaluwarsa,” kata Bambang.
Sehubungan dnegan masuknya daging dari daerah lain ke Tangerang Kepala Subdin Peternakan pada Dinas Pertanian Epen Efendie kemarin juga menyatakan untuk wilayah Kota Tangerang aman dari penyakit Antraks yang disebabkan dari daging sapi, “Yang pasti, daging dari Bogor tidak boleh beredar di Tangerang,” kata Epen.
Pihaknya kini juga melakukan pengawasan ketat, termasuk di rumah pemotongan hewan (RPH) atau keluar masuknya daging lewat perbatasan, dengan kerjasama dengan Dinas perhubungan melakukan antisipasi pengiriman daging mencurigakan.Untuk itu, pihaknya akan melakukan pemeriksaan surat kesehatan hewan yang masuk.
Ayu Cipta
INDEKS BERITA LAINNYA :
|