Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Nenek Pengedar Ganja Ditangkap
Kamis, 04 November 2004 | 16:46 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Seorang nenek berusia 65 tahun, Mimin Suhemi, warga Sindang Sari, Jembatan Ledeng, Kota Bogor, terpaksa makan sahur di ruang tahanan Markas Polisi Resort Kota Bogor.

Seorang nenek berusia 65 tahun, Mimin Suhemi, warga Sindang Sari, Jembatan Ledeng, Kota Bogor, terpaksa makan sahur di ruang tahanan Markas Polisi Resort Kota Bogor. Ia terbukti menjual ganja kering paket hemat di kalangan remaja daerah tersebut. Polisi mencokoknya saat nenek 8 anak ini usai Sholat Tarawih, Rabu malam kemarin. Dari tangan tersangka Suhemi, polisi menemukan 2 amplop ganja kering siap jual.

Ihwal tertangkap pengedar ganja kelas teri ini berawal dari tertangkapnya pencuri pompa air, bernama Ruli, 25 tahun oleh Polisi Rabu siang. Polisi mendapat laporan dari korbannya, Ajiri, 35 tahun, warga Sela Kopi, Ciomas, bahwa banyak saksi yang melihat Ruli pelaku pencurian pompa air di rumahnya. Polisi akhirnya berhasil menangkap Ruli, dari saku celana tersangka polisi menemukan 2 amplop ganja kering dan 8 butir pil Leksotan.

Polisi akhirnya mengembangkan kasusnya dengan menanyakan dari siapa daun haram itu didapat, 'nyanyian' Ruli pada polisi akhirnya mengarah ke nenek Suhemi, akhirnya polisi mendatangi rumah sang nenek. Ketika petugas yang menyamar sebagai pembeli pura-pura akan membeli ganja, nenek Suhemi dengan polos menjawab, "Ada," ketika nenek Suhemi menemui polisi yang menyamar sebagai pembeli sambil membawa dua amplop ganja kering, saat itulah ia ditangkap dan digelandang ke Markas Polsek Kota Bogor Barat, guna pengembangkan kasusnya sang nenek terpaksa dirujuk ke ruang tahanan Polresta Bogor.

Kepada polisi penjaga tahanan, Nenek Suhemi mengeluh sampai kemarin siang anak cucunya belum membesuk ke ruang tahanan, padahal mereka tahu bahwa ibunya masuk ke tahanan, menurut dugaan anaknya memang sudah bosan memberi tahu ibunya yang telah menjual ganja kering sejak setahun terakhir. Deffan Purnama

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data