|
Metro
Perampok Bersenjata Jarah Kantor Serikat Pekerja BNI
Kamis, 04 November 2004 | 13:38 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Sekawanan perampok bersenjata pistol dan golok menjarah kantor sekretariat Serikat Pekerja bank BNI di Jalan Pejompongan Raya No 9 Bendungan Hilir Jakarta Pusat, Kamis (4/11) pukul 05.20 WIB.
Para pelaku yang masuk setelah penjaga yang menyadari kantornya disatroni perampok membukakan pintu. Ridwan Hidayat (50 tahun) satpam kantor baru sadar tamunya yang datang perampok, setelah mereka beraksi dan menganiaya dirinya. Akibatnya, korban menderita luka robek dibagian kepala karena pukulan pistol dan patah tangan kiri akibat dipukul dengan linggis oleh pelaku. Saat ini korban akibat perampokan sadis itu harus mendapat perawatan di rumah sakit Mintoharjo Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.
Menurut Syahril (40 tahun) yang menemukan korban dalam kondisi terluka parah dan berdarah-darah. Korban yang tergeletak di lantai kantor dengan kondisi kaki terikat tali rapia, mulut dan leher disumpal dengan celana korban. Syahrial mengatakan, kejadian berlangsung saat korban baru akan keluar dari kantor, tiba-tiba tiga orang pelaku sudah berada di halaman kantor dan merangsek masuk saat pintu di buka korban.
Korban yang memiliki sedikit kemampuan bela diri sempat mencoba melakukan perlawanan dengan menangkis berulang kali pukulan linggis para pelaku, hingga lengan kirinya mengalami patah tulang. Syahril sendiri menemukan korban dalam keadaan tak berdaya meski dalam kondisi sadar. Saat itu juga dia bersama rekannya Maman Suryana melarikan korban kerumah sakit dengan taksi.
Para pelaku yang diperkirakan berjumlah enam orang berhasil menjarah enam buah CPU komputer, dua buah televisi ukuran 29 dan 20 inci, serta uang tunai Rp 1 juta dalam pecahan Rp 1.000 yang disimpan didalam amplop coklat didalam laci. Diperkirakan pelaku menggunakan dua buah kendaraan untuk mengangkut barang jarahan tersebut. Menurut Syahril, seorang tukang sapu yang pagi itu sudah melakukan aktivitas, sempat menyaksikan sedan berwarna kuning diparkir di depan kantor. "Tapi dia mengira itu orang kantor," kata Syahril. Hingga saat ini, kasus ini ditangani oleh Polsek Tanah Abang. Sementara itu Kapolsek Tanah Abang Komisaris Polsi Ahmad Rifaii yang dihubungi di kantornya tidak berada di tempat.
Ramidi—Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|