|
Metro
Aktivitas Pasar Cipulir Kembali Normal
Rabu, 03 November 2004 | 16:55 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Aktivitas perdagangan di Pasar Cipulir, pusat grosir konveksi di Jakarta Selatan kembali berjalan normal. Lonjakan pembeli justru terjadi semenjak satu bulan sebelum bulan ramadhan lalu.
Demikian pernyataan Bastian Siregar SH, Manajer Area 12 Pasar Cipulir siang tadi (3/11) di ruang kerjanya. Berdasarkan data ekspedisi yang dikemukakannya, booming volume perdagangan mencapai 300 persen dari hari biasa. Dari sekitar 600-700 kodi melonjak mencapai kisaran 1.500 – 2.000 kodi.
Lonjakan ini lebih dikarenakan pembelian secara grosir dari luar pulau. “Sumatera dan Kalimantan menjadi tujuan besarnya,” ungkap Siregar.
Untuk tujuan Sumatera, daerah Lampung yang mendominasi. Sedangkan untuk wilayah Kalimantan hampir merata di setiap daerah.
Dari pengamatan siang tersebut, beberapa kios pedagang tampak telah tutup. “Kalau mereka rata-rata sudah mudik ke daerahnya masing-masing,” lagi Siregar menuturkan.
Berdasarkan catatannya, dari 2.104 kios yang ada, sekitar 90 persen pedagang merupakan pendatang dari Padang, Sumatera Barat, yang berdomisili di sekitar Jakarta. Sedangkan 10 persen sisanya campuran. “Sekarang aktivitas pembeli lebih diramaikan oleh pedagang sekitar Jabotabek,” ujarnya pula.
Meskipun demikian terdapat pula pembeli yang datang untuk mencukupi kebutuhannya sendiri dalam rangka persiapan Lebaran. “Saya membeli untuk kebutuhan keluarga dan oleh-oleh keluarga di kampung halaman,” ujar Listi (42 tahun) seorang pembeli yang mengaku berasal dari daerah Purwokerto.
Setiap menjelang Lebaran dia mengaku biasa membelanjakan sebagian uangnya untuk membeli kain dan pakaian jadi di Pasar Cipulir.
“Soalnya disamping harganya sudah murah, saya masih bisa menawar lagi,” tuturnya tanpa mau mengungkap besarnya uang yang dia belanjakan. “Pokoknya sekitar dua jutaan-lah,” ujarnya singkat.
Sementara Haryani (37 tahun), seorang pembeli lainnya mengatakan hal yang serupa. “Walaupun harus turun naik tangga tidak jadi masalah. Soalnya harga di sini lebih murah,” tuturnya.
Murahnya harga yang menjadi daya tarik pasar ini diakui pula oleh Yudasril, sekretaris Koperasi Pedagang Pasar Cipulir. Kebanyakan pedagang pasar ini memiliki usaha konveksi sendiri di rumah. “Mulai dari bahan sampai jadi pakaian dibuat sendiri oleh pedagang. Akibatnya mata rantai pedagang pendek,” ujarnya yang juga bekas pemilik salah satu kios di pasar tersebut. Hal inilah menurutnya yang menjadi penyebab pedagang dapat menekan harga jualnya. (rinaldi)
INDEKS BERITA LAINNYA :
|