Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Amoy Asal RRC Ditangkap Imigrasi
Selasa, 02 November 2004 | 20:42 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Dirjen Imigrasi menangkap 22 warga negara Cina karena penyalahgunaan visa kunjungan. Puluhan wanita itu ditangkap dari rumah Karaoke Golden Times yang berlokasi di Sunter Agung Podomoro, Jakarta Utara, Senin malam.

Para amoy ditangkap setelah pihak Imigrasi memperoleh informasi masyarakat dilokasi tersebut banyak berkeliaran wanita "import" untuk menjajakan cinta. "Namun saat dirazia mereka memang tidak tertangkap tangan sedang menjajakan diri," ujar Kasie Pengendalian Kejahatan Keimigrasian Arifin M Natsir yang mendampingi Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian M Indra memberikan keterangan kepada wartawan.

Menurut M Indra, penangkapan tersebut dipimpin dan atas perintah oleh Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaludin. Dari 22 wanita asing yang ditangkap itu, 6 orang dinilai tidak melanggar karena visa sesuai, yakni visa indek nomor 451 yakni visa yang dipakai untuk menyanyi. Sementara 16 orang lainnya dinyatakan jelas-jelas menyalahi visa kunjungan. Sebagian Mereka melanggar indek visa nomor 431 yaitu visa yang diperuntukkan untuk kegiatan bisnis. Sebagian lainnya melanggar indeks visa nomor 421 yakni visa yang diperuntukkan untuk kunjungan sosial budaya.

Saat ini, menurut Indra mereka masih diperiksa petugas imigrasi. Bagi mereka yang memegang indeks visa 451 itu, kata Indra dapat diperpanjang ijin tinggalnnya. Namun perpanjangan itu harus dilampiri surat dari tempat mereka manggung. Termasuk dilampiri surat keterangan dari pihak penyelenggara acara.

Rencananya, menurut Indra mereka akan segera di deportasi ke negara asalnya dengan biaya dari pihak sponsor yakni, pimpinan Karaoke Golden Times. Saat para wanita asal RRC itu diperiksa di ruangan sub direktorat penyelidikan, tampak pemilik Karaoke Golden Times keluar masuk ruangan itu. Bahkan dia sempat emosi ketika beberapa fotografer dan kameramen televisi mengambil wajah para amoy itu. "Tidak perlu seperti itu. Dia bukan penjahat dan pelacur. Mereka memang kerja benar-benar," teriaknya dengan emosi.

Pria yang mengaku bernama Rudi itu, ketika akan dikonfirmasi justru menolak untuk diwawancarai. Memang masuk Amoy ke Indonesia, berkedok kunjungan budaya, tetapi di Indonesia menjadi pekerja seks komersial. Di Jakarta biasanya dibekingi mafia pemasok perempuan-perempuan asing untuk kebutuhan lelaki hidung belang yang senang variasi, 'mencicipi' perempuan berbagai bangsa. Tentu saja merangkap pemilik sejumlah hotel dan tempat hiburan.

Berdasarkan data hingga bulan November 2004, WNA asal RRC merupakan warga negara asing yang paling banyak tertangkap mencapai 216 orang.

Ramidi

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Antara Parsel dan Pemerintahan Bersih
360 Orang Ikuti Kompetisi Barongsay Nasional Ketiga
ISO 9001:2000 Buat Kanzen
Menkeu: Defisit Anggaran Paling Baik di Kisaran Satu Persen
Ketua MPR dan MUI Kecam Anarkisme FPI
Masyarakat Pariwisata Minta Pelanggaran Dilaporkan ke Aparat
Menbudpar Prioritaskan Pembangunan Kebudayaan
Abu Jibril Divonis 5,5 Bulan
PKS Desak Tempat Hiburan Malam Ditutup Selama Ramadhan
Budayawan Sumsel Dapat Satya Lencana Kebudayaan
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No.43 Thn.2003 Tentang Perubahan Keempat Atas PP No. 145 Thn.2000 Tentang Kelompok Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah Yang Dikenakan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah
UU RI No. 16 Tahun 2000 Tentang Perubahan Kedua Atas UU No. 6 Tahun 1983 Tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan
PP RI No.6 Thn.2003 Tentang Perubahan Ketiga Atas PP No. 145 Thn.2000 Tentang Kelompok Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah Yang Dikenakan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Jabatan Sultan dan Kepala Daerah Dipisah
Juku Eja Optimis Pecahkan Mitos
Kalla: Bentrok Salemba Soal Tanah dan Pagar
Pemerintah Diminta Libatkan PGRI dalam Sertifikasi Guru
Kalla Berharap Alex Noerdin Pimpin Sumatera Selatan

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data