|
Pengambilan Minyak Mentah di Babelan Lumpuh
Selasa, 02 November 2004 | 17:56 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sudah dua hari ini, aktivitas armada truk tangki pengambil minyak mentah milik Pertamina Daerah Operasi Hulu Jawa Bagian Barat (DOH JBB) berhenti total. Penyebabnya, warga dua desa, Desa Kedung Pengawas dan Muara Bhakti, memblokade jalan yang dilintasi armada menuju Stasiun Pengumpul Tambun A di Desa Kedung Jaya, Babelan.
Aksi blokade yang dilakukan warga ini sudah berlangsung sejak (Senin (1/11) hingga Selasa (2/11) ini. Alasan, aksi warga dengan menghadang di tengah jalan itu dilakukan karena Pertamina dinilai mengalihkan jalur yang dilalui armada pengangkut melintasi kedua desa penghasil pertanian.
Semula, armada pengangkut minyak itu melintasi jalan raya di Desa Kedung Jaya. Namun lima hari terakhir, puluhan truk dialihkan dengan melintas kedua desa di pinggir Sungai Cikarang Bekasi Laut itu. Merasa tidak mendapat pemberitahuan Pertamina secara resmi kepada warga dan pengurus ke dua desa, protespun dilakukan.
Alasan warga menolak dilintasi armada tangki pembawa minyak itu antara lain, jalan desa yang lebarnya sekitar delapan meter bakal cepat rusak. Sebab, dengan dilintas secara terus menerus oleh tangki bermuatan 16 ribu liter pertangki otomatis tidak sebanding kualitas jalan yang kapasitanya dibawah 5 ribu ton saja.
“Kami kan takut ambles kalau terus-terussan dilintasi tangki-tangki berat, apalagi jalanan ini sempit banget kalo ada tangki. Untuk bersimpangan saja, mesti salah satu mobil minggir dan berhenti dulu,” kata Sohib saat ditemui di Desa Mura Bhakti yang tinggal di dekat Jembatan Sungai CBL.
Dari Stasiun Pengumpul Tambun A, memang tidak ada kegiatan pengambilan minyak mentah. Hanya ada sejumlah pekerja dan petugas keamanan mondar-mandir di sekitar tempat itu. Padahal, biasanya, setiap hari tidak kurang dari 40 armada pengangkut keluar-masuk ke area penyedotan minyak tanah itu.
Kepala Humas Pertamina DOH JBB Sri Kustini mengatakan, aksi pemblokiran menciptakan kerugian ongkos. Namun, Sri belum dapat menjelaskan angka kerugian yang dialami. “Memang terpengaruh juga,” ujar Sri.
Siswanto-Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|