Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Pengusaha Semen Palsu Diringkus
Minggu, 31 Oktober 2004 | 18:17 WIB

TEMPO Interaktif, Bekasi: Tersangka penyalur dan pemalsu semen "Tiga Roda" dan "Kujang" diringkus aparat Polres Bekasi. Barang bukti tiga buah armada truk untuk pengangkut dan, ratusan zak semen ditahan dari tempat pengemasan di Jalan Jati Luhur Pedurenan 32, Jati Asih. Meskipun terungkap, polisi hanya menahan satu tersangka utamanya.

Keterangan yang dihimpun Minggu (31/10) menyebutkan, penggerebekan lokasi pengemasan semen dan penangkapan terhadap tersangka itu dilakukan pada Jum'at (29/10) dini hari.

Dari lokasi, polisi mengambil barang bukti berupa mobil bernomor polisi B 9038 IV dan B 9188 TY dan satu lagi tidak jelas nomornya.

Tindakan penggerebekan dan penangkapan terhadap tersangka Hasan, 48 tahun, asal Bima, Nusa Tenggara Barat ini merupakan hasil dari informasi warga sekitar. Warga sekitar beberapa kali melayangkan desakan supaya polisi mengambil tindakan terhadap pengusaha pengemasan semen illegal itu.

Baru setelah didesak, polisi melakukan penggerebekan di lokasi pengemasannya yang sehari-harinya berkedok pabrik batako dan genting cor. Sedangkan dari lokasi tempat pengemasan itu dilaporkan, saat ini gudang berukuran sekitar 9x9 meter persegi itu sudah di kelilingi garis polisi sehingga tidak ada kegiatan sama sekali.

Gudang yang juga memiliki semacam cerobong berdiameter dua meter itu kini tutup. Lokasinya menempati lahan milik Jaeni, warga setempat. Gudang itu juga satu lahan dengan toko material Adi Jaya milik Jaeni. Hanya saja, lokasinya lebih menjorok ke bagian dalam lahan sehingga tersamar dari luar.

Jaeni yang ditemui Tempo di toko material mengatakan, kegiatan pengemasan itu sebenarnya sudah berlangsung sejak awal 2002. Hasan (tersangka) menyewa lahan itu setahun Rp 3 juta dari Jaeni. Menurut Jaeni, bahan semen yang dikemas di tempat pengemasan itu didapat dari salah satu pabrik di daerah Jawa Barat.

"Biasanya diantar pakai truk kapsul, datangnya kadang seminggu sekali, kadang sebulan sekali membawa bahan semen ke tempat pengemasan itu," kata Jaeni. Jaeni sendiri mengaku tidak tahu menahu soal asal muasal penyuplai semen itu. Mengenai latar belakang Hasan, Jaeni juga tidak mau menceritakan.

Siswanto - Tempo



INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Mengkhawatirkan, Kejahatan Di Feri Merak-Bakauheni
LBH Jakarta Tindaklanjuti Penodongan Aktivis HAM
Koruptor DPRD Depok, Jadi Kandidat Ketua
Menteri Sidak, Pemalsu Stempel Tertangkap
Ibu-Ibu Bakar Warung Remang-Remang
Pengajuan Rancangan KUHP dan Revisi KUHAP ke DPR Sebaiknya Bersamaan
Mayat Jemaah Daarut Tauhid Ditemukan
Polres Bekasi Musnahkan Ribuan Minuman Keras
Polres Bekasi Musnahkan Minuman Keras
Ledakan Di KBRI Paris Bertujuan Kriminal
> selengkapnya...


Referensi

UU RI No.22 Thn.1997 Tentang Narkotika
UU RI nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta

Website

Kepolisian Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< October,2004>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data