Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Pedagang Pasar Bojong Menolak Pindah
Sabtu, 30 Oktober 2004 | 20:29 WIB

TEMPO Interaktif, Bekasi:Upaya pemerintah Kabupaten Bekasi mengosongkan Pasar Bojong, Sabtu (30/10) gagal. Sekitar 25 pedagang memilih tetap bertahan, padahal, aparat keamananan dibantu Forum Betawi Rempug (FBR) berkeras supaya mereka segera hengkang.

Pedagang merasa memiliki kios karena sudah menempati lahan itu sejak tahun 1960. "Lahan ini merupakan lahan turun temurun dari nenek moyang kita,"kata Nasuki koordinator pedagang yang menolak pindah.

Rencana pemindahan Pasar Bojong ke Pasar Tarumajaya dimulai sejak dua bulan yang lalu. Menurut Sekretaris Tim 11 atau Tim Pemindahan Pasar, Ahmad Japra, karena rencana perubahan tata ruang di wilayah tersebut. Pasar Bojong yang hanya 15 meter dari kantor Camat dianggap sudah tak layak ditempati. Di tempat baru, pasar senilai Rp 9 miliar berdiri di atas lahan 2 hektar, dilengkapi dengan terminal angkutan umum.

Menurut Nasuki, pedagang tak bermaksud melawan pemerintah. "Kami cuma ingin ganti rugi, karena lahan yang sudah kami tempati turun temurun itu,"ujarnya. Pedagang meminta uang ganti rugi seharga Rp 6 juta untuk per meter dan harga kios permeter Rp 3 juta. Namun, tuntutan pedagang tak ketemu dengan kemauan pemerintah, yang cuma bisa memberi potongan sebesar 40 persen untuk kios di tempat baru, pembayaran cicilan sampai 3 tahun dan uang pindah sekadarnya.

Sempat terjadi ketetangan ketika para pedagang yang sebagian besar kaum wanita menghadang aparat yang terdiri dari Polsek Tarumajaya yang dipimpin Kapolsek AKP Yossie, Koramil, Satpol PP dan FBR Gardu 046 yang dipimpin langsung ketuanya, Kadus Marjan. Aparat keamanan dan preman yang mendukung kebijakan pemerintah itu memaksa mematok lahan.

Siswanto

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Jalan Menuju Sang Timur Diportal Warga Barata.
Persada, Menangkal Sekat Suku dan Etnis
Ratusan Warga Kembali Blokir Jalan Gading Serpong
Pembongkaran Peninggalan Sejarah HB VII Gagal.
Proyek Blue Oasis City Merampas Tanah Warga Karang Kitri Bekasi
Dua Sekolah di Tangerang Digusur untuk Jalan Layang.
Warga Cipinang Kecewa Pada Hakim PN Jakarta Timur
Ketua MPR dan MUI Kecam Anarkisme FPI
Ketua MPR dan MUI Minta FPI Hentikan Sweeping
Wiranto dan Kivlan Zen Berdamai
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< October,2004>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data