Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Ratusan Warga Kembali Blokir Jalan Gading Serpong
Kamis, 28 Oktober 2004 | 11:18 WIB

TEMPO Interaktif, Tangerang:Ratusan warga Kampung Cibogo Wetan, Desa Kelapa Dua, Kecamatan Curug, Kabupaten Tengarang, Kamis (28/10) kembali melakukan pemblokiran Jalan Gading Serpong yang melintasi jalan desa.

Masyarakat sampai hari ini, masih menunggu janji pihak Ambassador (pengembang Gading Serpong) untuk membongkar tembok beton yang dibangun memagari jalan. Dimana ada sekitar 12 rumah warga menjadi tertutup akses keluar menuju jalan. Tembok beton setinggi 1,5 meter itu, dibangun sekitar dua bulan lalu tanpa ijin warga.

Seorang warga bernama Jani (50) mengakui dengan dipagarnya depan rumah warga, maka usaha warung nasi yang sudah buka sejak tahun 1970-an menjadi mati. "Saya jualan sejak belum ada Gedung Serpong. Setiap hari pendapatan kotor bisa mencapai Rp 800 ribu, sekarang sejak ditutup penghasilan saya cuma Rp 100 ribu," ujar Nenek Jani.

Sementara itu, sekitar 1 km dari Kampung Cibogo Wetan yakni di Kampung Cibogo Kulon sejumlah warga berkumpul juga menunggu kepastian dari Ambassador. Di kampung ini ada sekitar delapan rumah warga yang dikepung oleh tembok beton yang mengelilingi pemukiman mereka, bahkan yang lebih parah lagi di luar tembok digali lubang tanah selebar 2 meter dengan kedalaman satu meter.

Untuk menuju rumah mereka, warga harus menempuh jalan melewati kebun dan semak belukar.

Dari pantauan Tempo di lokasi, perkampungan warga ini terletak tidak jauh dari Sekolah Tarakanita. Pengembang Ambassador, sampai saat ini sedang membangun banyak ruko disekitar perkampungan penduduk.

Sementara itu, ditemui terpisah, Humas Ambassador, Veronica Wijaja, menyatakan pemagaran itu tidak melanggar hukum. Ambassador saat ini sedang mencoba membebaskan tanah, tetapi negosiasi dengan warga belum selesai. "Masalah ini karena ada kurangnya komunikasi dengan warga."

Sampai siang ini pihak Ambassador juga belum memutuskan untuk membongkar tembok beton di dua kampung itu. Menurut Veronica, Ambassador akan mencari jalan terbaik yang saling menguntungkan. "Kita akan buka akses jalan di Cibogo Kulon dan membongkar separuh tembok yang ada di Cibogoo Wetan," katanya.

Ayu Cipta - Tempo



INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pembongkaran Peninggalan Sejarah HB VII Gagal.
Dua Sekolah di Tangerang Digusur untuk Jalan Layang.
Ratusan Warga Blokir Jalan Gading Serpong
600 Gudang Berubah Jadi Pabrik Tanpa Izin
Pemda Jakarta Timur akan Bangun 1000 Unit Rusun
DPRD Kota Bekasi Akan Panggil Walikota
Pembebasan Lahan Proyek BKT, Terhambat
Perumahan Kalisari Pasar Rebo Akan Ditertibkan Lagi
Bupati Lombok Tengah Minta Tujuh Petani Tidak Ditahan
Lima Kepala Dinas Tangerang Dipanggil DPRD, Besok
> selengkapnya...


Referensi

Kepres RI No. 34 Thn.2003 Tentang Kebijakan Nasional Di bidang Pertanahan
Kepres RI nomor 128 Tahun 2001 Tentang Tim Pengkajian Kelembagaan Pengelolaan Gelanggang Olahraga Bung Karno
Kepres RI nomor 129 Tahun 2001 Tentang Tim Pengkajian Pengelolaan Komplek Kemayoran
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< October,2004>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data