|
Metro
Kak Seto Fasilitasi Penyelesaian Kasus Sang Timur
Kamis, 28 Oktober 2004 | 10:29 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Bertempat di Hotel Hilton, Rabu (27/10), Kak Seto dengan mengundang Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional (Dirjen Dikdasmen Depdiknas), Prof. Dr. Indrajati Sidi.
Indrajati berhasil menampung aspirasi warga Karang Tengah yang diwakili oleh Farid dan Yayat dari Kompleks Keuangan, Oon dari Kompleks Barata Pahala, Agung, Ali, Aulia, dan Samsul. "Pertemuan ini penting karena Sang Timur merupakan satu institusi, sedangkan warga tidak jelas strukturnya, jadi sulit untuk mengetahui aspirasi warga sesungguhnya," kata Kak Seto.
Pada pertemuan yang berlangsung sejak pukul 21.10 sampai 22.05 ini, pembicaraan dibuka dengan dikemukakannya aspirasi warga Karang Tengah berkenaan dengan masalah akses jalan menuju Sang Timur dan masalah ibadah yang tidak difungsikan, dalam artian proses pembelajaran agama di sekolah yang tidak disesuaikan dengan agama yang dianut oleh siswa.
Mengenai masalah tempat sekolah yang dijadikan tempat ibadah, Kak Seto dan Indrajati menyatakan kasus itu sudah ditutup dengan kesediaan Sang Timur untuk tidak memakai sekolah sebagai tempat ibadah.
Menurut Kak Seto, mengenai akses jalan, Sang Timur sanggup membangun tembok di Jalan Merbabu dengan seizin Pemda (Walikota), dan sebagai gantinya Indrajati menawarkan solusi untuk memfungsikan Jalan Pahala sebagai akses sementara, dengan catatan dalam 1 tahun Sang Timur harus mengurus izin ke Pemda untuk membuka jalan melalui Kompleks Metro Permata.
Sedangkan untuk masalah kedua, Indrajati yang akan mengurusnya karena masalah ini ada dalam kapasitas pendidikan nasional.
Solusi yang telah disepakati oleh sembilan orang peserta pertemuan ini akan ditindaklanjuti Indrajati sendiri pada hari Jumat (29/10) dengan 2 agenda yaitu memanggil Sang Timur dan mengadakan rapat dengan Pemda terkait masalah tata kota karena walikota harus dilibatkan dalam masalah ini.
Pada pertemuan ini juga disinggung mengenai masalah perimbangan berita yang selama ini tidak diperoleh warga Karang Tengah sehingga warga dipojokkan dengan tuduhan-tuduhan negatif.
Fanny Febiana - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|