|
Bogor
Ratusan Ayam Tiren Disita
Rabu, 27 Oktober 2004 | 17:26 WIB
TEMPO Interaktif, Bogor:Dinas Pertanian Kota Bogor berhasil menyita sebanyak 270 ekor ayam tiren (mati kemaren) dari enam pasar yang ada di Kota Bogor dalam operasi pasar yang dilakukan mendadak awal pekan kemarin.
Dari 270 ekor ayam tiren, 120 ekor di antaranya mengandung obat pengawet mayat (formalin). Petugas hanya menyita ayam bangkai tersebut, sedangkan penjualnya sudah melarikan diri. Ayam tiren biasanya marak menjelang perayaan keagamaan, Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru.
Kepala Dinas Pertanian Adjat Sudrajat membenarkan pihaknya telah melakukan operasi pasar untuk melacak penjualan ayam tiren yang biasanya sering muncul setiap bulan puasa.
"Pedagang ayam memamfaatkan suasana bulan puasa untuk menjual ayam tiren, ayam bangkai juga dijual menjelang perayaan keagamaan atau tahun baru," jelas Adjat, Rabu (27/10).
Rencananya, menjelang lebaran dan beberapa hari setelah lebaran Dinas Pertanian Kota Bogor akan melakukan operasi lagi karena disinyalir peredaran ayam tiren akan meningkat lagi. Setiap bulannya Kota Bogor masih kekurangan sebanyak 120 ribu ekor ayam.
Dari pantauan Tempo, daerah yang sering mengolah ayam tiren yakni di Desa Petir, Kecamatan Darmaga. Di desa ini peternak ikan mendapatkan ayam mati dari peternak di daerah Cicurug. Ayam yang seharusnya dijadikan makanan ikan malah dicuci air panas lalu bulunya di bersihkan. Agar daging yang berwarna pucat tidak terlihat, pelaku membalurnya dengan pewarna kuning. Yang mengerikan para pelaku pengolah ayam tiren ini membalur ayam bangkai tersebut dengan formalin.
Mengenai stok daging menjelang lebaran, natal dan tahun baru, menurut Adjat Sudrajat, pasokannya cukup aman.
Deffan Purnama - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|