|
Metro
Bekasi Antisipasi Masuknya Daging dari Bogor
Senin, 25 Oktober 2004 | 17:59 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Sejak wilayah Bogor dinyatakan daerah endemis wabah antraks, Pemerintah Kota dan Kabupaten Bekasi mengambil langkah antisipasi. Pemerintah ini tengah berusaha mencegah masuknya daging kambing asal Bogor. "Warga Bekasi harus waspada dalam memilih daging kambing," pesan Wali Kota Bekasi Achmad Zurfaich, Senin (25/10).
Dijelaskannya, minggu ini pihaknya menggelar operasi khusus di perbatasan Bogor-Bekasi. Satu-satunya jalur perdagangan adalah di Jalan Narogong yang menghubungkan Kecamatan Bantargebang dengan daerah Cibinong. Operasi dilakukan dengan memantau semua daging dan kambing hidup yang masuk lewat jalur ini. Bila ditemukan daging yang mencurigakan, pemerintah Bekasi langsung menyita untuk diperiksa di laboratorium.
Kepala Bidang Humas Kota Bekasi Endang Suharya menambahkan, langkah ini dilakukan Dinas Perekonomian Rakyat dan Dinas Kesehatan Kota Bekasi. Kedua Dinas ini bertanggung jawab atas peredaran daging bebas antraks yang beredar di Kota Bekasi. Selain melakukan pengawasan langsung di perbatasan, juga membuat surat edaran kepada para pedagang daging, khususnya daging kambing, agar berhati-hati menerima daging dari Bogor. Surat edaran itu akan segera disampaikan ke pusat pusat penjualan daging dan pemotongan hewan di Bekasi.
Siswanto-Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|