|
Metro
Satu Korban Antraks Pernapasan Dikirim ke RSCM
Senin, 25 Oktober 2004 | 17:49 WIB
TEMPO Interaktif, Bogor: Setelah menjalani perawatan intensif, Erna Aryanti, 9 tahun, Selasa dini hari (25/10) dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo Jakarta. Ia dinyatakan positif terkena antraks.
Awalnya Erna dikira sakit biasa, meski sering kali darah mengalir keluar dari hidungnya. Rupanya, kondisi warga RT 02/02 Babakan Madang itu makin memburuk. RS Daerah Cibinong yang semula belum berani menyatakan penyakit Erna sebenarnya, akhirnya mengidentifikasi sebagai antraks pernapasan. Erna pernah mengkonsumsi jeroan kambing.
Kepala RS Daerah Cibinong Julianti Juliah mengatakan, kondisi Erna makin kritis. "Erna dirujuk ke RSCM
untuk penanganan lebih lanjut. Kami berharap segera
sembuh," tutur Julianti.
Kondisi pasien yang diduga kena antraks beragam. Siti Maryam, 44 tahun, warga RT 02/04,
Desa Citaringgul, Kecamatan Babakan Madang, misalnya, kondisinya tubuhnya belum membaik. Selain kejang dan kaku, tensi darahnya 140/90. Siti Maryam telah dikonsultasikan oleh dr. Edison dan dr.Taolin A. Hasil diagnosanya antraks dan meningitis.
Kondisi terakhir Deni, 4 tahun, dan Pupah, 3,5 tahun,
masih dalam observasi ketat. Pasien lainnya, Apendi, 25
tahun, Linda, 15 tahun, Agus, 30 tahun dan Dewi
Anggraeni, 9 tahun sudah agak membaik, tetapi selang
infus masih menempel di tubuh mereka.
Sejak pasien suspect antraks dalam perawatan dan pengawasan di RS Daerah Cibinong, paramedis terlihat sangat intensif memonitor perkembangan pasiennya yang di rawat di ruang Melati dan Flamboyan.
Deffan Purnama-Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|