Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Tangerang

Tangerang Kesulitan Atasi Gelandangan dan Pengemis
Minggu, 24 Oktober 2004 | 14:41 WIB

TEMPO Interaktif, Tangerang:Pemerintah Kota dan Kabupaten Tangerang mengaku kesulitan mengatasi dan mengendalikan arus gelandangan dan pengemis (gepeng) yang semakin meningkat jumlahnya selama bulan Ramadhan ini. Jumlah mereka diperkirakan akan terus bertambah hingga Lebaran tiba.

Jannah Waluyo, Kasubag Pendalian Sosial Budaya Kota Tangerang mengatakan, sebelum Ramadhan tiba pihaknya telah melakukan empat kali penertiban. Dari penertiban itu, sekitar 200 gepeng diciduk dan dibina.

"Kami mengambil mereka dari jalan dan memberikan pembinaan, arahan agar mereka tidak mangkal di lampu merah dan jalan-jalan protokol," ujar Jannah kepada Tempo akhir pekan ini.

Kesulitan yang dihadapi dalam pembinaan gepeng, papar Jannah, karena hingga saat ini di Tangerang belum tersedia tempat penampungan mereka. "Sehingga kami sulit memberikan pembinaan yang berkelanjutan," katanya.

Berdasarkan data yang ada di Pemkot Tangerang, sampai bulan Mei tahun 2004, jumlah gepeng di Kota Tangerang mencapai 93 orang yang terdiri dari 36 laki-laki dan 57 perempuan, sebagian besar dari mereka adalah eks penderita kusta, yaitu sebanyak 37 orang.

"Mereka ini (eks penderita kusta) bermukim di gedung serba guna Rumah Sakit Sintanala yang memang jadi kawasan rehabilitasi para penderita kusta, kata Jannah.

Umumnya para gepeng ini adalah pendatang dari luar daerah, seperti dari Brebes, Tegal, Indramayu dan Cirebon. "Dari semua gepeng yang terdata ini sekitar 90 persennya dari luar daerah," katanya.

Jannah mengatakan, sejak memasuki awal bulan puasa lalu jumlah gepeng terus meningkat tajam. "Saat ini mungkin jumlahnya mencapai ratusan orang, karena hampir semua titik keramaian di Kota Tangerang terdapat gepeng," katanya.

Titik rawan tempat mangkalnya para gepeng berada di lampu merah TMP Taruna, jalan protokol menuju pusat Pemerintahan Kota Tangerang dan tempat keramaina lainnya, seperti pasar dan tempat perbelanjaan.

Sementara itu, di Kabupaten Tangerang jumlah gepeng sebanyak seperti di Kota Tangerang. Meski
demikian, menurut Wakil Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tangerang Dedi Supriadi, masalah ini cukup menyulitkan dan menjadi ancaman serius.

"Jika hal ini didiamkan tanpa ada solusi yang baik, tingkat kriminalitas akan bertambah," kata Dedi. Menurut dia, para gepeng itu tidak bisa dibina dalam waktu yang singkat. "Jika hanya ditertibkan, diciduk, terus diberi pembinaan, itu tidak efektif," ujarnya.

Joniansyah - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

FPI Minta Maaf Kepada Kapolda
FPI Tetap Lakukan Sweeping
Terminal Kampung Rambutan Siapkan 150 Bus Tambahan
Ribuan Buruh Mogok Kerja Tuntut THR
Polisi Kerahkan Lebih dari 70 Ribu Personil Amankan Lebaran
Tiga Tempat Hiburan Dapat Peringatan
Pemudik dengan Kereta Api Hanya Meningkat Satu Persen
Menkimpraswil: Mudik Tahun Ini Lebih Nyaman
27 Titik di Pantura Jateng Rawan Kejahatan
BI Minta Pemerintah Jamin Distribusi Pasokan Bahan Pokok Selama Hari Raya
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< October,2004>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data