|
Bekasi
Proyek Jalan Bekasi Selesai Akhir 2004
Minggu, 24 Oktober 2004 | 12:08 WIB
TEMPO Interaktif, Bekasi:Kota Bekasi saat ini sedang menyelesaikan satu proyek nasional, yaitu rehabilitasi jalan sepanjang 1,8 kilometer, mulai dari jembatan Sungai Kalimalang sampai perempatan Rawa Panjang. Selain pelebaran jalan dan pembangunan dua buah jembatan, juga dibangun jalan balik untuk mengurangi kemacetan.
Proyek itu dibiayai APBN dengan total anggaran mencapai Rp 27 milyar. "Ini program pusat, kita mendukungnya karena untuk kepentingan lebih luas," kata Wali Kota Bekasi Achmad Zurfaich, Minggu (24/10).
Pelebaran jalan dan pembangunan jembatan itu diharapkan dapat mengatasi derasnya arus lalu lintas dari arah Jalan A. Yani, Jalan Hasibuan, Terminal Bekasi, dan dari arah Pulogadung, Jakarta. Atau sebaliknya pergerakan arus lalu lintas dari arah Jalan Cut Mutia atau Jalan Raya Narogong, Cileungsi.
Selain itu, proyek itu diharapkan melancarkan arus lalu lintas di jalur-jalur macet yang menghubungkan kawasan industri seperti Cikarang, Cibitung, Karawang (Jawa Barat) masuk ke gerbang Tol Bekasi Barat dan sebaliknya. "Selama ini kan di depan pintu tol itu dikenal daerah macet sehingga semrawut sekali," kata Zurfaich.
Pembangunan dan pelebaran jalan itu, kata Zurfaich, setelah kelar bakal menjangkau ruang lingkup lebih luas. Jalur itu disebut-sebut jalur emas karena menghubungkan kawasan industri di Bekasi, Karawang, Jakarta, merupakan gerbang ke Jawa. "Untuk ke Jawa khususnya, kan pasti akan melewati pintu tol itu," kata dia.
Pemantauan di lapangan, sejak beberapa tahun terakhir arus lalu lintas yang melintasi wilayah itu terus meningkat. Kepadatan yang diakibatkan tingkat pengguna kendaraan yang tidak sesuai dengan kapasitas jalan menyebabkan kemacetan dan kesemrawutan di jalur emas Kota Bekasi itu.
Pembangunan dan rehabilitasi jalan itu dipastikan selesai akhir 2004 ini. Kabarnya, bakal diresmikan langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum kabinet baru. Proyek nasional yang telah menghabiskan dana Rp 27 miliar itu saat ini sudah rampung lebih dari 90 persen, dan dikabarkan molor dua bulan dari target selesai akhir September 2004.
Siswanto - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|