|
Bogor
Enam Orang Meninggal Diduga Kena Antraks
Jum'at, 22 Oktober 2004 | 19:36 WIB
TEMPO Interaktif, Bogor:Dalam sepekan terakhir enam warga Kampung Citaringgul RT 001/04 dan RT 002/03, Desa Babakan Madang, Bogor, meninggal secara berturut-turut setelah mengkonsumsi daging kambing.
Penyebab kematian keenam warga Citaringgul yang masih sekeluarga ini diduga kuat karena penyakit antraks. Selain korban meninggal, tercatat sembilan warga yang diduga kena antraks masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Daerah Cibinong. Semua korban merupakan anggota keluarga Ayub Ansori, 65 tahun.
Untuk membuktikan kebenaran penyakit tersebut adalah antraks, beberapa petugas Balai Penelitian Veteriner (Balivet) Bogor sejak Kamis hingga Jumat kemarin masih melakukan pengambilan sampel darah terhadap belasan warga Citaringgul yang dirawat.
Dari rumah Ny Mariah, salah satu putri Ayub, petugas Balitvet menemukan kumpulan lemak berasal dari kambing yang diduga menjadi penyebab kematian enam saudaranya.
"Kami telah mengambil sampel darah yang akan diteliti di laboratorium, tujuannya untuk mengetahui apakah kematian enam warga Citaringgul ini akibat penyakit antraks atau bukan, untuk itu kami perlu waktu," ujar Rachmat, salah seorang peneliti antraks di Desa Citaringgul, Jumat (22/10).
Kesembilan orang yang diduga menderita suspect penyakit antraks dan masih dirawat di ruang Flamboyan dan Melati RSD Cibinong, sejak Selasa (19/10) sampai hari ini, sebanyak sembilan orang, yakni Utay Mucthar, 37 tahun, Puspa Rahayu, 19 tahun, Pupuh, 4 bulan, Deni, 4 tahun, Dewi Kurniati, 9 tahun, Linda, 15 tahun, Nana, 22 tahun, Agus Faisal, 30 tahun, dan Apendi, 25 tahun.
Deffan Purnama - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|