Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Kebakaran Pasaraya Blok M Lumpuhkan 50 Persen Usaha
Rabu, 20 Oktober 2004 | 18:03 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kebakaran yang terjadi di Pasaraya Grande di Blok M pada Selasa (19/10) kemaren, menyebabkan kegiatan di Pasaraya tersebut lumpuh setengahnya. Hari ini, Rabu (20/10) hanya gedung barat yang beroperasi seperti biasa. Sementara, gedung timur, tempat basement 1 yang terbakar, masih ditutup dan karyawannya diliburkan.

Menurut Humas PT Pasaraya Tosersajaya, Dian Zulkarnain, gedung timur Pasaraya ditutup karena masih dalam proses pembersihan. "Masih basah dan ada beberapa peralatan yang harus diganti," katanya kepada Tempo di ruang kerjanya. Selain gedung timur yang ditutup, gedung barat dan gedung teater juga mengalami gangguan.

Untuk gedung barat, listrik beberapa counter di lantai dasar masih padam. Hal tersebut karena saluran listriknya berasal dari gardu yang ada di gedung timur. Sehingga beberapa kasir harus menggunakan perhitungan manual.

Sementara gedung teater, yang bersebelahan dengan gedung timur, baru dibuka dan beroperasi pada pukul 13.00 WIB. "Karena perlu persiapan dan pembersihan," kata Dian. Menurutnya, kegiatan operasi hari ini hanya 50 persen.

Beberapa jenis usaha yang ada di gedung timur dan harus tutup antara lain; food court, kafe, jualan pakaian (fashion), kerajinan tangan, alat rumah tangga, alat kebugaran, dan perlengkapan anak-anak. Sementara gedung teater terdapat; pusat kebugaran, salon, bioskop, arena bowling, biliar, dan restoran.

Kerugian akibat kebakaran yang terjadi pada pukul 18.15 WIB kemaren, menurut Dian, belum bisa ditaksir. Selain panel listrik, baju-baju yang ada di lantai dasar dan lantai satu banyak yang hitam karena asap. "Bahkan baju di lantai 4 juga ada yang bau asap," katanya.

Selain baju-baju tersebut, kerugian besar juga terjadi di food court, karena sistem pembayaran yang dilakukan setelah makan. "Saat itu lagi ramai orang buka puasa. Sehingga kerugian terbesar dtaksir terdapat di food court," tambahnya.

Tito Sianipar - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< October,2004>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data